ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id

Jumat, 03 Maret 2017

PCNU Banyuwangi Apresiasi “Syariah Beach” Pulau Santen Hasil Inisiasi Pemkab

Banyuwangi, – PCNU Banyuwangi Menyampaikan sebuah apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas perubahan yang digagas mulai sektor ekonomi, pendidikan, sosial, tata kelola, dan lain-lain. Gebrakan terbaru kali ini menginisiasi konsep pariwisata halal tourism. Karena dengan ini menjadikan kawasan destinasi yang aman dan bersyariah sesuai dengan syariat Agama Islam. Dan menjadikan  perekonomian warga nahdliyin di sekitar pantai mengalami peningkatan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Kh. Masykur Ali saat jumpa pers NU online, selepas mengikuti peluncuran wisata halal atau disebut pantai syariah di Pulau Santen, Kecamatan Banyuwangi. Kamis (2/3) pagi.
Dengan konsep syariah ini, stigma masyarakat tentang pantai akan berubah menjadi lebih baik. “Selama ini mayoritas masyarakat menganggap pantai digunakan untuk hal-hal negatif. Seperti: pacaran, bulan madu, prostitusi, dan minum-minuman keras. Dengan konsep syariah ini nantinya akan berbeda jauh lebih baik. Karena memiliki beberapa konsep yang berbeda dengan pantai non syariah,” tutur Kiai Masykur.
“Pertama wisatawan yang berkunjung disini akan dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Area perempuan sebelah utara sedangkan kalangan laki-laki berada di sebelah selatan. Juga dilengkapi dengan area permainan anak-anak. Meski telah ditegaskan segmentasi wisata ini untuk kalangan perempuan lengkap dengan busana hijab,” tutur Kiai Masykur.
Kedua, kata Kiai Masykur, wisata ini akan dilengkapi dengan infrastruktur berupa mushola, tempat wudhu, dan kamar mandi yang ideal lengkap dengan perlengkapan sholat.
Ditambahkan adanya budaya melaksanakan sholat berjamaah saat berwisata. Karena disini wisatawan juga dilengkapi oleh muadzin dan penjaga yang mengingatkan wisatawan untuk sholat berjamaah melalui corong-corong speaker. “Dengan itu  wisatawan tanpa khawatir meninggalkan ibadah saat berwisata di pantai ini,” tutur Kiai Masykur.
Kebersihan dan keamanan, lanjut Kiai Masykur, tentu sebuah point yang tidak bisa ditinggalkan. “Karena awalnya pantai ini terlihat kumuh. Dengan ini masyarakat ikut terlibat menjaga keamanan dan kebersihan di sekitar pantai. Nantinya pemerintah bersama pemangku kepentingan akan terus mengupayakan pantai ini menjadi bersih dan nyaman,” tutur Kiai MAsykur.
“Ini adalah sebuah peluang dan sekaligus tantangan bagi kader-kader muda NU. Mulai IPNU IPPNU, Ansor, dan Fatayat untuk mengisi dan memanfaatkan pantai ini dengan kegiatan-kegiatan positif. Misal: kegiatan pengkaderan, pelatihan, kemah santri, dan lain-lain,” tegas Kiai Masykur.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Ranting Fatayat NU Singotrunan Siti Nurlaili, menyatakan siap untuk mengisi kegiatan-kegiatan positif di pantai syariah ini.
“Dalam jangka pendek, fatayat akan menggelar  Rapat Kerja (Raker) bersama seluruh pengurus dan anggota pimpinan cabang Fatayat NU Banyuwangi,” tutup Laili saat jumpa pers NU Online. (Sholeh/ NUOB)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online