ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id
Tampilkan postingan dengan label BERITA DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA DUNIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Mei 2018

Imam Masjid di New York ke PBNU, Ini Kesan dan Ajakannya

Jakarta, 
Imam Masjid al-Farah, sebuah masjid di New York, Amerika Serikat, Feisal Abdul Rauf bersilaturahim ke PBNU, Jakarta, Kamis (24/5). Ia ditemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Keduanya membicarakan situasi terkini dan persoalan umat Islam di masing-masing negara.  

Menurut Feisal Abdul Rauf, kunjungan ini merupakan pertama kali dilakukannya. Ia mengaku terkesan dengan pertemuan tersebut. Suatu saat, ia ingin berkunjung lagi dengan sejumlah kerja sama dengan NU. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, umat Islam Amerika mengalami kesulitan setelah menara kembar dihancurkan. Itu yang pertama. Kedua, setelah Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS. 

“Setelah Trump terpilih ada 6-7 negara Muslim yang dilarang masuk Amerika,” katanya.

http://picasion.com/Meski demikian, itu tak mengurangi semangat umat Islam Amerika untuk bersilaturahim dengan sesama umat Islam di negara lain, termasuk Indonesia.  

“Kita tidak hanya mengenal Muslim Amerika saja, tapi juga Indonesia,” lanjut pria kelahiran Mesir tahun 1948. 

Ia mengajak umat Islam, khususnya di Indonesia untuk berperan aktif dalam mengampanyekan Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang bernuansa damai.(NU Online) 

Sabtu, 12 Mei 2018

Ini Deklarasi Ulama Indonesia, Pakistan, dan Afghanistan di Bogor

Bogor, Ansorgenteng Online
Pertemuan ulama tiga negara yaitu Indonesia, Afghanistan menghasilkan Bogor Ulama Declaration for Peace. Deklarasi ini dibacakan oleh Qibla Ayaz (Pakistan), Quraish Shihab (Indonesia), dan Ataullah Lodin (Afghanistan).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (11/5) sore sebagaimana diberitakan setkab.go.id. Pertemuan yang dihadiri oleh 19 ulama Afghanistan, 17 ulama Pakistan, dan 17 ulama Indonesia itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo  pada pagi harinya. 

Berikut bunyi Bogor Ulama Declaration for Peace tersebut:

1Islam adalah agama damai, toleran, dan moderat. Kata Islam sendiri berasal dari kata salam yang berarti perdamaian dan keselamatan. Para penganut Islam sejati terikat untuk terus menunjukkan rasa belas kasihan dan saling menyayangi.
2. Pesan utama Islam bermuara pada prinsip perdamaian, belas kasih, dan kasih sayang. Oleh sebab itu, kami mendukung deklarasi Pakistan-Afghanistan dan berbagai inisiatif perdamaian yang dilakukan oleh para ulama dunia Islam yang mendorong perdamaian, persaudaran Islam, dan penolakan pada kekerasan dan terorisme.
3. Perdamaian adalah perintah Allah dan kaum muslimin memiliki kewajiban untuk mengikuti perintah ini dalam hidupnya, dalam lisan dan jiwanya. Oleh sebab itu, semua konflik dan pertentangan antara kaum muslim harus diselesaikan sesuai dengan kaidah Quran dan Sunnah. Kami para ulama dalam hal ini mengapresiasi dan mendukung tawaran pemerintah Republik Islam Afghanistan, sebagaimana diumumkan oleh Presiden Ashraf Ghani pada saat Kabul Peace Process Februari 2018, untuk perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan. Kami juga mengapresiasi negara-negara kawasan, dunia Islam, dan komunitas internasional atas dukungan penuhnya bagi proses perdamaian di Afghanistan.
4. Kami mencatat mengenai situasi kondusif di Afghanistan dan menyerukan semua pihak untuk ikut serta dalam pembicaraan langsung perdamaian sesuai dengan pembahasan damai yang termaktub dalam Al Quran, yaitu musyawarah, dan sebagaimana juga diisyaratkan dalam Al Quran Surat As-Syura ayat 38 yaitu bahwa musyawarah adalah ciri-ciri kaum beriman.
5. Sebagai pewaris Rasulullah dan selaku pemegang otoritas dalam menerjemahkan Al Quran dan hadits, ulama memainkan peran penting dalam komunitas muslim untuk menegakkan nilai-nilai syariat Islam, warisan sebenarnya dari Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil alamin. Ulama dalam hal ini mengemban amanah yang besar di pundaknya untuk melestarikan prinsip moral yang tinggi dan mempromosikan ukhuwah islamiyahdan ukhuwah insaniyah.
6. Para ulama sebagai pewaris nabi, warasatul anbiya, memiliki kewajiban untuk terus mempromosikan nilai-nilai universal Islam yaitu perdamaian, toleransi, keadilan sosial, dan moderat. Selain juga mendorong diakusisinya prinsip-prinsip ini sebagai tolak ukur dan kaidah penuntun.
7. Para ulama dan umat Islam, khususnya seperti di Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan dengan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh negara-negara Islam dapat memainkan peranan aktif dalam  mempromosikan perdamaian dan solidaritas di dunia Islam, secara khusus di Afghanistan.
8. Ulama memberikan petunjuk dan ceramah yang sesuai dengan Kitab Suci Al Quran dan contoh yang diteladani dari Nabi Muhammad SAW, di mana beliau selalu menekankan sikap wasathiyah dalam hidup, sebagai jalan yang benar bagi umat Islam.
9. Ulama meyakinkan kembali bahwa kekerasan dan terorisme tidak bisa dan tidak boleh diasosiasikan dengan agama, kewarganegaraan, peradaban, atau etnis manapun. Kekerasan ekstremisme dan terorisme dalam bentuk apapun termasuk terhadap warga sipil dan pelaku aksi bunuh diri bertentangan dengan prinsip Islam.
10. Sebagai satu keluarga besar umat, ulama mendukung proses perdamaian yang inklusif dan siap memberikan kontribusi secara konstruktif di dalam proses tersebut, sembari mencari berbagai cara dan upaya agar ada solusi yang mungkin bagi perdamaian di Afghanistan.
11. Dalam hal ini, kami mendukung peran penting ulama Afghanistan, Indonesia, dan Pakistan dalam mempromosikan perdamaian, keharmonisan, dan persaudaraan sesama umat sesuai dengan ajaran Islam yang berbasiskan Al Quran dan Sunnah.
12. Ulama juga mengapresiasi pemerintah Indonesia atas dukungan yang tulus dalam menginisiasi kerja sama antar ulama di tiga negara ini dan di dunia Islam.
http://picasion.com/
(gusno)


Selasa, 12 Desember 2017

Sikap Resmi PBNU atas Diakuinya Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السَّــــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Melihat dan mengamati dengan seksama dinamika perpolitikan internasional terutama sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, hal ini berpotensi meluasnya pelanggaran terhadap Prinsip Hukum Humaniter sebagaimana diatur dalam Protokol Tambahan I Tahun 1977 Pasal 53 menentukan perlindungan bagi objek-objek budaya dan tempat pemujaan. 

Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB atas Yerusalem No. 252 tanggal 21 Mei 1968 hingga Resolusi DK PBB No. 2334 tanggal 23 Desember 2016 menegaskan bahwa DK tidak akan mengakui perubahan apa pun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967.

Demikian halnya, Resolusi Majelis Umum PBB No. 2253 tanggal 4 Juli 1967 hingga Resolusi No. 71 tanggal 23 Desember 2016 yang pada pokoknya menegaskan perlindungan Yerusalem terhadap okupasi Israel. 

Melalui Resolusi No. 150 tanggal 27 November 1996, Unesco menyebut “Kota Tua Yerusalem” sebagai warisan dunia yang terancam punah. Dan pembangunan terowongan dekat Masjid Al Aqsa oleh Israel sebagai tindakan yang menyerang sentimen keagamaan di dunia. 

Terkait hal itu bersama ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan sikap:

1. Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel merupakan suatu tindakan yang akan mengacaukan dan merusak perdamaian dunia. Sikap tersebut akan membuat situasi dunia menjadi semakin panas dan mengarah pada konfliik yang tak berkesudahan.

2. Mengecam keras tindakan pengakuan sepihak tersebut. Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan Yerusalem adalah ibu kota Palestina yang telah kita akui kedaulatannya. Dalam konteks ini, pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, mengeluarkan beberapa keputusan:

Pertama, PBNU mendukung kemerdekaan atas Palestina. Dukungan bagi kemerdekaan rakyat dan negara Palestina tidak bisa ditangguhkan. Oleh karena itu, PBNU mendesak agar PBB segera memberikan dan mengesahkan keanggotaan Negara Palestina menjadi anggota resmi PBB dan memberikan hak yang setara sebagai rakyat dan negara yang merdeka.

Kedua, NU mendesak PBB untuk memberikan sanksi, baik politik maupun ekonomi, kepada Israel dan negara manapun jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina.

Ketiga, Menyerukan agar negara-negara di Timur Tengah untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina. 

Keempat, Mendesak agar OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk secara intensif mengorganisir anggotanya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

3. Mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut serta dan proaktif dalam membantu problem yang terjadi di Palestina. Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi.

4. Umat muslim dunia menyampaikan keprihatinannya dan mari bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, semoga rakyat di Palestina diberikan kekuatan dan ketabahan, semoga tercipta perdamaian di Palestina. 

5. Menyerukan secara khusus kepada warga NU untuk membaca doa qunut nazilah, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT. Agar Palestina khususnya dan juga dunia dapat tercipta situasi yang damai.

وَاللهُ الْمُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ

وَالسَّــــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jakarta, 7 Desember 2017

ttd
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum

ttd
DR. Ir. H. Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jenderal

Kamis, 23 Maret 2017

Pernyataan Sikap PCINU Belanda atas Perjuangan Rakyat Kendeng

Bismillahirrahmanirrahim

Seperti banyak diketahui, Pemprov Jateng tetap berkeras memberikan izin lingkungan penambangan meski telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 99 PK/TUN/2016 Tahun 2016. Izin baru inilah yang diprotes oleh Almarhumah Ibu Patmi dkk karena jelas eksploitasi tambang akan merusak lingkungan tanah kampungnya.

Selain itu, putusan baru tentang izin lingkungan penambangan juga dinilai mengandung keharaman menurut keputusan Bahtsul Masail Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 tahun 2015 yang lalu. Keputusan Bahtsul Masail yang berasal dari pertanyaan ‘(1) bagaimana hukum melakukan eksploitasi kekayaan alam secara legal tetapi membahayakan lingkungan? Dan, (2) bagaimana hukum aparat pemerintah terkait memberi izin penambangan yang berdampak pada kerusakan alam?.’ Jawaban atas pertanyaan mendasar dan krusial diatas disepakati bahwa ‘(1) eksploitasi kekayaan alam yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan hukumnya adalah haram; dan (2) pemberian izin eksploitasi oleh aparat pemerintah yang berdampak pada kerusakan alam yang tidak bisa diperbaiki lagi maka hukumnya haram jika disengaja.’ 

PCINU Belanda menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh Gubernur Jateng dengan menerbitkan kembali izin lingkungan penambangan pabrik semen di Kendeng (baca: SK Gubernur 660.1 Tahun 2007), tidaklah benar, baik dan tepat. 

PCINU Belanda juga memandang apa yang dilakukan oleh Ibu Patmi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan alam merupakan sikap amar ma’ruf nahi munkar. Oleh karenanya, PCINU Belanda menyampaikan rasa berkabung atas berpulangnya Ibu Patmi warga Kendeng, seorang yang berjihad yang berjuang menentang eksploitasi alam yang dilakukan oleh Korporasi Semen di Rembang. PCINU Belanda juga berpandangan bahwa izin baru (baca: SK Gubernur Jateng 660.1 Tahun 2017 tentang izin lingkungan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang Provinsi Jateng) telah menyeret Indonesia di ujung tanduk cara berhukum yang buruk. Izin ini jelas sudah memicu ketepurukan prinsip negara hukum yang makin kronis, nihilnya legitimasi sosial hak asasi mansia dan merobek-robek prinsip keadilan lingkungan. 

Pertama, kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru telah mengkhianati prinsip negara hukum Indonesia. Lantang bunyi UUD 1945 bahwa ‘Negara Indonesia adalah negara hukum,’ namun perintah konsitusi ini dicampakan oleh cara berhukum Gubernur Jateng. Keluarnya kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru, jelas membuktikan bahwa Gubernur tidak patuh pada putusan Mahkamah Agung (baca: Putusan MA Nomor 99 PK/ TUN/ 2016). 

Syahdan, akal-akalan mentaati putusan MA, yang memerintahkan supaya mencabut izin lingkungan penambangan, Gubernur Jateng memang melakukannya dengan mencabut izin lingkungan yang lama (baca: SK Gubernur Jateng No 660.117 tahun 2012) melalui surat keputusan Gubernur sembari membuka sedikit peluang gelap (baca: SK Gubernur Nomor 660.1/4 tahun 2017) pada tanggal 16 Januari 2017. Dan, sebulan kemudian, publik pun kembali dibuatnya bersedih dengan keluarnya keputusan izin lingkungan penambangan (baca: SK Gubernur Jateng 660.1 Tahun 2017). 

Padahal majelis hakim dalam putusan MA memberikan pertimbangan hukum untuk melarang penambangan di Kendeng Rembang. Saat itu, hakim yakin betul bahwa daerah pegunungan Kendeng adalah daerah Cekungan Air Tanah (CAT) yang tidak boleh ditambang. Bahkan Majelis Hakim juga mencatat bahwa Kecamatan Gunem dan Kecamatan Bulu terbentang luas sumber mata air seluas 501 Ha. 

Selain itu juga, tidak terlihat adanya niat baik dan solusi kongkret untuk kebutuhan warga, utamanya problem kekurangan air bersih dan kebutuhan pertanian. 

Dengan tegas juga, hakim menyatakan bahwa sosialisasi pendirian pabrik hanyalah formalitas saja, sementara diujung sana, rakyat berkumpul melakukan aksi massa dengan Sikap Penolakan Warga Rembang tertanggal 10 Desember 2014 yang ditandatangi oleh 2.501 warga. Majelis hakim menilai ‘pesan-pesan yang diharapkan belum sampai kepada sebagian masyarakat, sehingga persepsi positif yang diciptakan Tergugat II (PT Semen Indonesia) belum terwujud.’ Putusan MA tidak dipahami secara utuh oleh Gubernur Jateng dalam menyusun kebijakan yang berkeadilan sosial. 

Dengan demikian, terbitnya izin lingkungan penambangan yang baru dalam dunia hukum adalah noda hitam dilembar kertas putih dunia hukum kita. Jelas perumus Indonesia negara hukum dulu yang duduk di panitia hukum dasar BPUPKI 1945, seperti: Soepomo, Soebardjo, Latuharhary, Sartono, dan Wachid Hasyim akan bersedih, menyaksikan konsep negara hukum dicabik-cabik, seperti ini!

Kedua, kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru ini menodai penghormatan pada hak asasi manusia. Kebijakan ini melanggar hak atas kepastian hukum yang adil (Pasal 28D ayat 1) setelah terbitnya SK Gubernur Jateng, hukum sepertinya dipermainkan. Sebuah mahkamah pengadilan yang berwibawa dengan kekuatan hukum yang mengikatnya dan final, dilangkahi dengan ‘kebijakan tipu-tipu.’ Kebijakan ini juga telah menabrak hak atas bebas dari perlakukan diskriminatif (Pasal 28I ayat 2). Harusnya pemerintah mengkreasikan ‘keadilan sosial,’ lantaran dengan terbitnya kebijakan ini, pemerintah dalam hal ini Gubernur Jateng malah membuahkan ‘keadilan korporasi.’ Gubernur Jateng telah berlaku diskriminatif dengan lebih memihak pada modal kapital ketimbang jeritan rakyatnya sendiri. Selain itu, kebijakan tersebut juga nyata-nyata membentur konsep hak untuk bertempat tinggal serta kehidupan yang layak (Pasal 40 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia), jika saban hari rakyat dihantui bahaya dampak lingkungan pabrik semen. Saat warga Kendeng yang menolak pabrik Semen pun terus tak didengar suaranya, kehadirannya pun tidak diakui dalam proses penyusunan kebijakan yang harusnya partisipatif, maka sekali lagi mereka juga kehilangan ‘hak untuk diakui di hadapan hukum’ (Pasal 16 UU No. 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights). 

Berdasarkan pertimbangan diatas maka PCINU Belanda menyatakan:

1. Bersimpati cukup mendalam terhadap perjuangan para warga Kendeng untuk mempertahankan kelestarian tanah kampungnya. Berjuang mulai dari mendirikan tenda perjuangan di Kendeng, mengajukan gugatan ke pengadilan, aksi dipasung semen jilid pertama, aksi payung di depan Gubernuran Jateng, sampai aksi dipasung semen jilid II. Kami juga memberikan dukungan sepenuhnya secara lahir dan batin terhadap perjuangan mereka; 

2. Menyampaikan duka terdalam kepada Bu Patmi, semoga khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kelapangan;

3. Menyayangkan sikap Gubernur Jateng yang telah melanggar putusan MA dan mempermainkan rakyatnya dengan menerbitkan kebijakan izin lingkungan yang baru; 

4. Mendorong supaya Presiden berani mengambil sikap tegas dalam membatalkan kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru. Dan, mendorong keadilan kembali hadir diantara rakyat. 


Den Haag, 22 Maret 2017/24 Jumadi Tsani 1438H


Pengurus Tanfidziyah Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda

Fachrizal Afandi (Ketua)
Syahril Siddik (Wakil Ketua)

Minggu, 05 Maret 2017

Ustaz Zakir Naik Sudah Bertemu Wapres Jusuf Kalla

DR Zakir Naik bertemu dengan
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Facebook Hanny Kristianto)
 Ustaz tersohor asal India, Zakir Abdul Karim Naik atau biasa disapa Dr. Zakir Naik, telah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu malam, 4 Maret 2017.
Pertemuan Zakir Naik dan Wapres Jusuf Kalla kembali dipublikasikan melalui akun Facebook Hanny Kristianto, panitia pelaksana Zakir Naik Visit Indonesia 2017. Selain bersilaturahmi, keduanya juga menunaikan salat berjamaah dan menyempatkan makan malam bersama.
“Sampai-sampai bu Mufidah Jusuf Kalla rela turun sendiri, sibuk memasak buat menjamu tamu bangsa istimewa ini. Ahlan wa sahlan Dokter Zakir Naik. Ikhwah.., mari kita muliakan tamu kita,” kata Hanny Kristianto di akun Facebooknya.
Dari foto yang dipublikasikan, Wapres Jusuf Kalla berjabat tangan dengan Dr Zakir Naik. Pada foto lain, ikut pula berfoto seorang pria yang disampaikan Hanny Kristianto sebagai keluarga kerajaan Saudi.
Seperti diketahui sebelumnya, Humas Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Budhi Setiawan juga telah menyampaikan kalau pria 51 tahun itu akan bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dan ulama di Indonesia. Termasuk dengan Wapres Jusuf Kalla.
Menurut Budhi, sejak kedatangannya Rabu sore di Jakarta, Zakir Naik sempat bertemu dengan sejumlah ulama di Indonesia, antara lain Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Arifin Ilham, KH Abdullah Gymnastiar, Ketua Bidang Luar Negeri MUI Pusat KH Muhyiddin Junaidi, dan Ustaz Ismail Yusanto dari Hizbut Tahrir Indonesia.
Seperti diketahui, kegiatan dakwah Zakir Naik di Indonesia akan dilangsungkan pada akhir Maret nanti, Budhi memastikan pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhannya. Termasuk menyiapkan izin keramaian dari pihak Kepolisian. Sebab, seperti lazimnya ceramah Zakir Naik di beberapa negara, selalu melibatkan massa dalam jumlah yang besar.
"Untuk izin kepolisian sedang menunggu arahan Pak JK, tapi kita sudah siapkan surat-suratnya," kata Budhi.
Budhi menambahkan, kedatangan Zakir Naik ke Indonesia merupakan keinginan Zakir sendiri. Namun, untuk mengurus semua keperluannya selama dakwahnya di Indonesia, Zakir Naik menunjuk panitia khusus.
Ini pernyataan terkait pertemuan Zakir Naik dan Wapres Jusuf Kalla yang dipublikasikan di akun Facebook Hanny Kristianto.
Bismillah..
Selama ini umat Islam di Indonesia merindukan kedatangan beliau untuk berdakwah di Indonesia..
Selama ini banyak yang bertanya pak Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla kemana?
Beliau sehat - sehat dan baik - baik saja, cuma sedang sibuk menemani Dr Zakir Naik
Beliau adalah Tamu Bangsa Indonesia, baik secara khusus bagi umat Islam di Indonesia, maupun bagi seluruh bangsa Indonesia..
Sampai - sampai bu Mufidah Jusuf Kalla rela turun sendiri sibuk memasak buat menjamu tamu bangsa istimewa ini..
Ahlan wa sahlan Dokter Zakir Naik.. Ikhwah.. mari kita muliakan tamu kita..
???? ????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ???????????? ????????
“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)
Saudaraku, dengan kehadiran Dr Zakir Naik ini semoga bisa membawa suasana baru yg lebih sejuk, mengartikan dan meletakkan toleransi pada tempatnya untuk merekatkan kerukunan umat antar beragama.. Amin..
Allahu Akbar !!!
Copas dari group sebelah..
Alhamdulillahhh..
Hanny Kristianto ( BUKAN USTADZ )

sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/890387-ustaz-zakir-naik-sudah-bertemu-wapres-jusuf-kalla

Jumat, 03 Maret 2017

Kader PC IPNU Banyuwangi Dakwah di Hongkong dan Tiongkok, Berikut Kisahnya

Banyuwangi – Wakil ketua bidang Jaringan Sekolah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi (JSPPT) PC IPNU Banyuwangi Khotibul Umam usai melakukan dakwah di hadapan ratusan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bermukim di Negara Hongkong dan Cina selama 10 hari, terhitung mulai tanggal (5-16/02/2017).
Waktu itu Gus Umam, sapaan akrabnya bertekad untuk memaksimalisasi perjalanan dakwah diberbagai kalangan komunitas yang dulunya pernah dilakoni abah Kh. Ahmad Qusyairi Syafaat bersama ibunya Hj. Mahmudah.
“pertama datang di Hongkong, saya mengisi dakwah di Komunitas Jamaah Roudhatul Qolbiyah (JRQ) di Daerah Yeon Yong mulai pagi hingga sore, selepas itu pada hari kedua dakwah di Majelis Salikul Lail di daerah yang sama selama seharian penuh, kemudian dilanjutkan hari esoknya pengajian halaqoh di Taman Victoria. Terus menerus seperti itu,” terang Gus Umam saat dimintai keterangan di kediamannya Pondok Pesantren Muchtar Syafaat, Blok Agung, Karangdoro,Tegalsari, Banyuwangi. Kamis (2/3) malam.
“Kebanyakan materi yang saya sampaikan waktu itu adalah pokok-pokok bahasan tema yang bernuansa motivasi bagi teman-teman TKW di sana,” sambung cucu Almarhum Kiai Mukhtar Syafaat, Blokagung, Banyuwangi.
Seringkali saya sampaikan, kata dia, empat kategori yang menjadikan orang sukses menurut Nabi Muhammad SAW.
“Pertama Istri yang sholihah. Karena istri adalah madrasah awal bagi anak-anaknya kelak. Madrasah pertama penempaan buah hati menuju kesuksesan. Selain itu, istri adalah pakaian bagi sang suami untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan diantara keduanya,” tutur Gus Umam.
Dan yang kedua adalah, sambung dia, anak yang sholeh. Kelak buah hati yang sholeh lah yang mendoakan kedua orang tuanya ketika meninggalkan dunia.
“Teman dan tetangga yang sholeh merupakan kategori yang ketiga. Seringkali kepribadian dan pola pikir seseorang dipengaruhi oleh teman atau tetangganya. Sehingga benar sampai nabi menganjurkan sebelum pindah lingkungan baru untuk melihat kerabat/tetangga rumahnya terlebih dahulu,” ucap santri Pondok Pesantren Mukhtar Syafaat, Blokagung.
Dan kategori yang terakhir, sambung dia, mencari rizki di negerinya sendiri. “Sering saya goda para TKW untuk kembali ke Indonesia untuk mencari rizki di negerinya sendiri, bukan di negeri orang lain,” kenangan canda Gus Umam saat mengisi dakwah dibeberapa kota dan komunitas TKW muslim di Hongkong dan Cina.
Dakwah di negeri orang lain menjadi tantangan sendiri bagi Gus Umam untuk memahami gaya penerimaan dakwah sesuai selera TKW disana waktu itu. “Sulit juga mengembalikan minat perhatian jamaah untuk terus-menerus mendengarkan isi dakwah. Sehingga, mereka sesekali saya ajak nyanyi sholawat bersama, diselingi candaan, dan sub materi yang berisikan motivasi. Karena mereka seringkali kelelahan usai bekerja di setiap industri,” tutur Gus Umam.
Selain mengisi dakwah, Gus Umam juga berziarah dimakam Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas di Guangzhou, Tiongkok.
“Mengingat sejarah, beliau adalah salah seorang sahabat yang awal masuk islam dan salah satu sahabat penting Nabi Muhammad SAW. Sudah selayaknya berziarah untuk tabarrukan,” imbuh Gus Umam.
Sebagai kader IPNU saat ini perlu adanya terus belajar pengembangan metode dan komposisi dakwah.
“Sehingga tak salah dengan kemajuan teknologi saat ini, usai dakwah langsung di Hongkong dan Cina. Sebagai tindak lanjut saya menggunakan teleconference untuk melanjutkan dakwah di sana. Karena disadari atau tidak tantangan dakwah kedepan semakin runyam,” tutup Gus Umam. (M. Sholeh Kurniawan/banyuwanginu.or.id)

Kamis, 02 Maret 2017

Pesan Tertulis Dan Cendera Mata Kiswah Raja Salman Saat Kunjungi Masjid Istiqlal


Raja Salman saat Salat Tahiyatul Masjid di Masjid Istiqlal,
 Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017. (VIVA.co.id/M Ali Wafa)
Raja Salman Bin Abdulaziz al Saud telah mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017. Raja Salman meninggalkan pesan tertulis terkait Masjid Istiqlal.
Dalam pesan tertulis itu, Raja Salman mengaku senang dapat berkunjung ke Masjid Istiqlal. Pesan tertulis itu disampaikan Sang Raja dalam bahasa Arab di blanko kertas Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal yang digambarkan seperti sertifikat. Berikut tulisan tangan Raja Arab, yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
“Hari ini saya merasa senang dapat berkunjung ke salah satu rumah Allah (Masjid Istiqlal) yang merupakan tempat pengajaran dan pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara yang berperan dalam penghafalan Alquran dan penyebaran budaya Islam. Semoga Allah membalas jasa para pengurus masjid dengan sebaik-baik balasan dan menjadikan amal mereka dalam timbangan kebaikan-Nya”.
Dalam kunjungan ke Masjid Istiqlal, Raja Salman juga sempat memberikan sebuah cendera mata berupa kiswah Kabah. Menurut Kepala Protokoler Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, kiswah tersebut bukan kain biasa. Tetapi dari benang yang berbahan dasar emas.
"Itu benangnya benang dari emas. Beliau minta agar potongan tersebut dibingkai dan dipajang di Istiqlal, mungkin dipajang di ruang VVIP," ujar Abu.
Rombongan Raja Salman tiba di Masjid Istiqlal sekira pukul 14.00 WIB. Setelah tiba, Raja langsung mengerjakan salat Tahiyatul Masjid. Sekitar 15 menit kemudian, rombongan berangkat menuju Istana Negara. (ase/viva)

Selasa, 28 Februari 2017

Dari Malaysia, Raja Salman Serukan Solidaritas Dunia Islam

Raja Salman bin Abdul Azis Al Saud.
Kuala Lumpur. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, mengatakan bahwa berbagai tantangan yang di hadapi dunia Islam saat ini, harus disikapi dengan meningkatkan kerja sama dan solidaritas antara dunia dan masyarakat Islam.

Pernyataan ini diungkapkan Raja Salman di hadapan para mufti dan sejumlah pemuka agama Islam Malaysia di Kuala Lumpur, Selasa (28/02/2017).
“Berbagai tantangan yang dihadapi dunia Islam saat ini, menuntut adanya peningkatan kerja sama dan solidaritas di antara negara dan masyarakat Islam,” ungkap Raja Salman, sebagaimana dilansir dari kantor berita Saudi “SPA”.

Lebih lanjut, Raja Salman mengatakan, “Yang dihadapi Islam pada saat ini adalah upaya-upaya untuk melemahkan moderasi dan toleransi Islam.”

Raja Salman juga mengingatkan pentingnya memahami hakikat dari ajaran Islam. Katanya, “Memahami hakikat ajaran Islam dapat menghadirkan toleransi dan moderasi, serta dapat memerangi segala bentuk ekstrimisme dan terorisme.”

“Kerajaan Arab Saudi senantiasa memberikan segala daya dan upaya untuk melayani Islam. Serta akan senantiasa menjalin komunikasi dengan Umat Islam di seluruh dunia,” pungkas Raja Salman. (whc/aa.tr/dakwatuna)

Kunjungi Taiwan, Fatayat NU Apresiasi Peran Publik Perempuan Taiwan

Jakarta, 
Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini melakukan lawatan ke Taiwan pada 25-27 Februari lalu. Ia dan rombongannya bertemu dengan para perempuan aktivis Partai Demokratik Progressive. Dalam pertemuan tersebut mereka mendiskusikan perempuan dalam pergerakan politik, serta berbagai hal terkait dengan kebijakan pemerintah dan perempuan serta anak.

Di Taiwan, partai politik harus mengikutsertakan sebanyak 50 persen perempuan sebagai kandidat dalam pemilu. Saat ini 50 persen anggota parlemen terdiri dari perempuan.

“Bagi Fatayat, hal ini dinilai sangat menarik, karena dalam jangka 20 tahun, kemajuan perempuan di Taiwan sangat pesat,” kata Anggia dalam rilis yang diterima NU Online, Senin (27/2).

Pada pertemuan yang juga dihadiri Rais Syuriyah PCINU Taiwan Agus Susanto, partai yang saat ini mendominasi di pusat kekuasaan tersebut berjanji akan membantu legalitas PCINU Taiwan.

Rombongan ini juga mengadakan pertemuan dengan Global Worker Organization. Organisasi ini memberikan pendidikan keterampilan dan pendampingan terhadap TKI di Taiwan, terutama keterampilan yang bisa digunakan ketika mereka kembali ke tanah air.

Selesai mengikuti pelatihan keterampilan, peserta mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu, selain bisa digunakan di tanah air, bisa juga digunakan di Taiwan sendiri. Dengan demikian, gaji mereka bertambah dan bersaing dengan pekerja terampil yang lain.
Talkshow di Radio Taiwan Internasional (RTI) menjadi salah satu agenda berikutnya. Dalam talkshow dikenalkan bagaimana Fatayat berkiprah di Indonesia dan Taiwan.

Salah satu hasil pembicaraan Ketua Umum Fatayat bersama RTI adalah Fatayat serta NU secara keseluruhan sangat diharapkan mengisi ceramah untuk mengenalkan dan memperdalam ajaran Islam Ahlisunah wal jamaah dan Islam Nusantara.

“Pengenalan tersebut sangatlah penting mengingat banyak kejadian para TKI menjadi sasaran pergerakan radikalisme dan terorisme,” jelas Anggia. (Kendi Setiawan/Alhafiz K/NU Online)

Jumat, 24 Februari 2017

Tujuh Pesawat Raja Salman Mendarat, Penerbangan Domestik Akan Alami Delay 45 Menit

Raja Arab, Salman Abdul Aziz Al Saud berencana berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Kedatangan raja menarik perhatian warga Indonesia, karena ia membawa rombongan dalam jumlah sangat besar.

Sebanyak 1.500 orang, termasuk 25 Pangeran, dan 10 Menteri akan bergabung dalam rombongan raja. Rombongan tersebut akan terbagi dalam tujuh pesawat berjenis Boeing 747-400, B747 Freighter, B777, B757, Dan B737-500.

Dengan kedatangan tamu negara tersebut, pihak Bandara Halim Perdanakusuma memastikanpenerbangan domestik akan mengalami keterlambatan selama 45 menit.

Manajer Operasi dan Layanan Bandara Halim Perdana Kusumah, Ibut Bastono mengatakan akan ada 'no time notice' (tidak adanya lalu lintas penerbangan) di Bandara Halim selama rombongan Raja Salman tiba. Hal tersebut hanya berlaku selama 45 menit saja.

"Tetap ada perubahan regular, karena untuk kedatangan tamu negara ada no time notice to airman expected delay untuk memberikan kesempatan kepada tamu negara," kata Ibut di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis 23 Februari 2017.

Ibut menjelaskan, waktu 45 menit digunakan untuk 30 sebelum landing dan 15 menit setelah landing.  "Pesawat rombongan datang bertahap, mereka biasanya ground time," ujarnya.

Menurut Ibut, pihaknya telah memberitahukan adanya no time notice kepada para pengelola maskapai untuk dilanjutkan kepada para penumpang. Selain itu, pihak bandara juga akan melakukan sterilisasi empat jam sebelum Raja Salman tiba di bandara.

Sabtu, 18 Februari 2017

Perbaikan Bangunan Sejarah di Bukhara dan Samarkand

Kompleks Madrasah Ulugh Beg di Samarkand, Uzbekistan.
JAKARTA -- Siapa tidak mengenal Imam al-Bukhari? Ulama dan cendekiawan itu telah memberikan pencerahan kepada umat Muslim maupun dunia, lewat ilmu fikih dan kitab hadisnya yang termasyhur.
Imam al-Bukhari berasal dari Bukhara, Uzbekistan. Ini adalah wilayah di Asia Tengah, yang pernah menjadi bagian dari negara Uni Soviet. Apabila merunut ke belakang, sejatinya tidak hanya kiprah ulama besar itu yang menjadi bukti kejayaan Islam di Rusia pada masa lampau, tapi juga berbagai peninggalan lain, terutama di Bukhara dan Samarkand.
Itulah dua pusat perkembangan Islam, terutama di kawasan Asia Tengah, antara abad ke-10 dan ke-12. Sejumlah bangunan masjid dengan menara nan indah, karya-karya dari ulama dan ahli agama terkemuka, kiprah madrasah dan sekolah Islam, geliat sektor ekonomi, pun pernah hadir di sini.
Sejarah kawasan ini cukup panjang. Dimulai ketika Alexander Agung pada tahun 329 SM, berhasil mengalahkan Raja Spitamenes, pimpinan bangsa Soghidian yang mendiami wilayah Marakand (Samarkand di era modern), dalam ekspedisinya ke India.
Lantas berabad-abad kemudian, datanglah pasukan Arab pada abad ke-7 yang juga sukses menancapkan pengaruh di wilayah ini. Mereka pun berhasil mengajak penduduk setempat memeluk Islam, sekaligus menanamkan aspek sosial budaya, seni, dan pengetahuan Islam.
Etnis Turki dan Arab juga banyak berdatangan ke kawasan ini, yang secara perlahan, bersama penduduk lokal beralih memeluk Islam. Tapi, tak lama kemudian bangsa Cina menyerbu Farghana pada 745 dan menetap sampai tahun 751, sebelum dikalahkan panglima perang Islam, Ziyad ibn Saleh.
Akan tetapi, tahun 1220, Genghis Khan dan pasukan Mongolnya menginvasi Asia Tengah serta menduduki Samarkand, Bukhara, dan Urgens. Mereka menghancurkan banyak bangunan Islam, termasuk istana yang dibangun Khalifah Harun al-Rasyid di Tus dan makam Sultan Sanjar di Merv.
Kendati di bawah tekanan, Islam mampu bertahan pada masa kepemimpinan Timur Lenk, seorang Muslim yang merupakan keturunan Genghis Khan. Dia berkuasa di tahun 1370 dengan wilayah meliputi Samarkand, kawasan barat Moskow, hingga timur Sungai Ganges.
Bahkan, setelah kematian Timur Lenk, Samarkand yang kemudian dikuasai Ulug Beg tetap bisa berkembang pesat. Kota ini akhirnya menjadi salah satu pusat budaya dan pendidikan Islam. Masjid-masjid agung didirikan di kawasan Asia Tengah ini, misalnya Masjid Haja Ahror di pinggir kota Samarkand, seperti juga 13 masjid lain di Tashkent.
Adapun di Bukhara, madrasah Mir-i-Arab menyediakan sarana pendidikan Islam tingkat menengah dengan mengajarkan Alquran dan hadis, bahasa Arab, serta ilmu pengetahuan umum (matematika, kedokteran, dan lainnya).
Namun, seiring perjalanan waktu, banyak dari bangunan penting ini roboh ataupun rusak, baik oleh penghancuran maupun bencana alam. Namun, saat ini telah ada upaya untuk merenovasi sebagian peninggalan bersejarah tadi.
Di Tashkent, Samarkand, Bukhara, dan Khiva, pemerintah setempat telah memperbaiki tembok-tembok masjid yang termakan usia, memperkuat fondasi menara masjid, mengganti keramik yang hilang, serta melapis ulang kubah masjid.
Pengerjaan konstruksi terbanyak mungkin dilakukan di Samarkand, utamanya sebelum tahun 1970 ketika memperingati hari jadi kota yang ke-2.500. Saat itu, bangunan Gur-i-Mir peninggalan Timur Lenk pada abad ke-14 direnovasi dan interiornya diganti baru.
Bangunan peninggalan Islam lainnya di Samarkand adalah Shah-i-Zinda yang berada di kompleks 16 bangunan. Konon, Qasim ibn Abbas, sepupu Rasulullah SAW, dimakamkan di sini. Bangunan ini juga telah direstorasi(REPUBLIKA).

Kamis, 16 Februari 2017

Mengharukan, Sekolah di Bosnia Tawarkan Beasiswa Kepada Pengungsi Muslim dari 7 Negara yang Dilarang Trump



Sebuah sekolah internasional di Bosnia menawarkan beasiswa kepada para pengungsi dan mahasiswa dari tujuh negara yang terkena larangan masuk ke Amerika Serikat yang dikeluarkan Presiden Donald Trump pada akhir bulan kemarin.

“Kami menawarkan beasiswa kepada siswa AS, serta pengungsi dan mahasiswa dari negara-negara mayoritas Muslim dilarang oleh perintah eksekutif Donald Trump. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk sinyal perdamaian,” ujar Valentina Mindoljevic, kepala UWC Mostar.

United World College (UWC) Mostar adalah salah satu dari 17 sekolah UWC di seluruh dunia yang bertujuan untuk mempertemukan mahasiswa dari zona konflik. Sekolah ini dibuka pada tahun 2005 dengan tujuan penyembuhan pasca perpecahan etnis perang Bosnia tahun 1990-an.

Seperti diketahui, Jumat 27 Januari 2017 Presiden Donald Trump melarang Muslim dan pengungsi dari 7 negara seperti Irak, Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman untuk memasuki wilayah Amerika Serikat dengan alasan mencegah serangan teror.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online