ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id
Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

Peringati Hari Lahir Pancasila, Santri PP. Baitusalam Upacara Sarungan

Cluring,  – Penetapan 1 Juni sebagai peringatan hari lahir Pancasila oleh Pemerintah Republik Indonesia, disambut antusias oleh berbagai elemen masyarakat. Diantaranya adalah para santri di Pondok Pesantren Baitussalam, Desa Tampo, Kecamatan Cluring.
Mereka menggelar upacara bendera lengkap dengan pembacaan teks Pancasila sebagaimana upacara pada umumnya. Namun, menariknya, mereka menggunakan seragam yang menunjukkan ciri khas kesantriannya, yaitu sarung dan kopiah.
“Kami sengaja mengenakan sarung dan kopiah dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila ini, untuk menegaskan kepada para santri, bahwa kita ini, para santri, memiliki andil dalam merumuskan Pancasila,” ungkap pembina upacara dan salah seorang mundzir PP. Baitussalam, Gus Fikri Aditya kepada banyuwangi.nu.or.id
Selain itu, lanjut Gus Fikri, upacara peringatan Pancasila di pesantren juga ingin menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. Sampai saat ada beberapa gelintir umat Islam di Indonesia yang masih mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.
“Pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia, ingin menunjukkan bahwa Pancasila dan Islam itu bisa selaras,” paparnya.
Di pesantren tersebut, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Nasionalisme juga ditekankan. Tidak hanya berupa seremonial upacara, tapi dalam belajar mengajar sehari-hari juga diberikan materi-materi yang berkaitan dengan kebangsaan.Baik di dalam pesantren sendiri, maupun di SMP NU Baitussalam sendiri.
“Bagi kami, penguatan ilmu keagamaan harus juga dilengkapi dengan semangat kebangsaan dan Nasionalisme. Karena, tidak mungkin agama bisa berkembang dengan baik, jika tak memiliki tanah air,” pungkas Fikri. (NUOB)

Jumat, 17 Maret 2017

DANA HAJI Untuk Proyek Infrastruktur, Calon Haji Harus Teliti AKAD dengan BANK

Pakai Dana Haji, BSM Kucurkan Rp5 Triliun ke Infrastruktur
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170301133229-78-197002/pakai-dana-haji-bsm-kucurkan-rp5-triliun-ke-infrastruktur/

Beberapa kali saya baca respon masyarakat soal penggunaan dana haji untuk proyek infrastruktur, bagaimana regulasinya kok tabungan ibadah haji malah dipake untuk proyek infrastruktur?

Diantara kita mungkin ada yang gak paham perjanjian antar nasabah tabungan haji dengan pihak bank, saya juga rada janggal karena proyek infrastruktur ini proyek yang panjang, baru tau kalo akad yang digunakan (oleh BSM) adalah Mudharabah Muthlaqah bisa untuk proyek-proyek yang masanya sampe 10 tahun. Karena baru ngeh temen saya ini sampe memutuskan menutup tabunganhajinya.

Jadi ada dua akad yang digunakan pada produk tabungan haji:

Akad Wadiah: yaitu titipan murni dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.
Titipan ini seharusnya tidak boleh digunakan untuk investasi, jadi murni titipan dan kapan saja penitip boleh mengambil titipannya.

Akad Mudharabah Muthlaqah: Nasabah tidak memberikan batasan kepada pihak Bank dalam mengelola tabungan haji. Bank memiliki kewenangan yang bebas untuk menyalurkan pembiayaan atau investasi apapun selama memenuhi unsur syariah.

Dari dua pilihan akad diatas, bagi yang nabung tabungan haji silahkan pilih mana yang paling menentramkan, kalo bank menggunakan akad mdharabah muthlaqah berarti harus siap dana tabungannya digunakan untuk proyek apapun sesuai dengan kewenangan bank.

(by Ust. Irfan Noviandana)

Selasa, 14 Maret 2017

LPPTKA BKPRMI Banyuwangi Gelar FASI ,Santri Al Irsyad Borong Juara

SELAMAT: Peserta FASI ke 10 berfoto bersama usai mendapat piala.
BANYUWANGI—Sebanyak 350 santri dari TPA se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-10, pada Minggu (12/3) di SD/SMP Al Irsyad, Banyuwangi. Kegiatan yang digelar rutin tiga tahunan ini digelar oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI)
Ketua panitia LPPTKA BKPRMI Banyuwangi Fathurrochman, S.Pd mengatakan FASI ini merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi,, baik santri Taman Kanak-kanak, Taman Pendidikan Al Quran dan Santri Ta’limul Quran Lil Aulad. Festival ini, kata dia, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan media evaluasi santri diseluruh Indonesia yang selanjutnya akan menjadi umpan balik perbaikan kurikulum termasuk proses pembelajaran. Dalam festival ini, kata, dia, panitia menggelarnnya secara berjenjang, mulai tingkat Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan Nasional. “Dan hari ini adalah tingkat Kabupaten, dimana juaranya satunya akan kita ikutkan lomba tingkat Propinsi di bulan April dan tingkat Nasional digelar bulan September di Banjarmasin,” kata  Fathurrochman.
Sekretaris LPPTKA BKPRMI Banyuwangi Miftakhul Khoiri, S.Pd menjelaskan di dalam FASI ini ada beberapa jenis lomba. Yaitu TK Al Quran meliputi Tartil Al Quran, Adzan dan Iqamat, Nasyid Islami, peragaan salat, cerdas cermat Al Quran, mewarnai gambar, ceramah agama Islam Bahasa Indonesia. Kedua, festival TP Al Quran meliputi  Tartil Al Quran, Adzan dan Iqamat, Nasyid Islami, peragaan salat, cerdas cermat Al Quran, mewarnai gambar, ceramah agama Islam Bahasa Indonesia. Dan ketiga, festival Taklimul Quran Lil Aulad meliputi Tilawah Al Quran, Tahfidz Juz Amma, Terjemah Lafdziyah, Kisah Islami, Kaligrafi dan Ceramah agama Islam Bahasa Indonesia. “Semoga FASI ke 10 ini dapat meningkatkan peran dan kualitas santri Banyuwangi lebih berdaya saing,” pungkas Miftakhul.


 Sementara itu, Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Al Irsyad Al Islamyiyah berhasil menjuarai berbagai lomba . Setidaknya ada 15 santri yang berhasil unjuk gigi dalam festival tiga tahunan ini. Bahkan dari 15 santri itu ada dua santri yang mewakili ke tingkat Propinsi Jawa Timur yang rencananya digelar tanggal 4 April 2017. Dua santri yang mewakili ke tingkat Jatim adalah M Defano kategori Tahfidz; Nisrina Alifia Dini Maura C kategori Cerita Islami Putri.
Ketua Yayasan Al Irsyad Al Islamyiyah Harun Thahir memberikan apresiasi kepada Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-10 ini. Menurut Harun, kegiatan semacam ini harus menjadi trend dikalangan santri untuk meningkatkan kemampuan kompetensi dibidang agama. “Saya menyampaikan terima kasih kepada LPPTKA BKPRMI yang telah menyelenggarakan kegiatan FASI ini di Al Irsyad, mudah-mudahan kegiatan ini menjadikan santri TPA memiliki jiwa kompetisi yang sehat,” kata Harun.
Kepala Sekolah SMP Al Irsyad Al Islamyiyah Mohammad Nayif mengatakan tahun ini yayasan memiliki moto: Al Irsyad Banyuwangi, Sekolahnya Para Juara.  Setidaknya, moto ini telah berhasil dilaksanakan saat FASI ini berlangsung, dimana ada 15 santri TPA yang berhasil menang ditingkat Kabupaten dan dua santri mewakili di tingkat Propinsi Jatim. “Oleh sebab itu, ditahun 2017 kami siap menerima amanah putra-putri anda untuk sekolah di Al Irsyad mulai tingkat TK, SD, SMP. Kami akan berusaha menciptakan juara-juara baru baik dibidang akademik maupun agama,” kata Nayif kemarin. (Radarbanyuwangi)

Jumat, 10 Maret 2017

Heboh Wanita Cantik di Bali Ternyata Bukan Putri Raja Salman

Foto wanita berparas cantik yang sedang berpakaian tradisional Bali di salah satu salon kecantikan alias spa di Pulau Dewata, ternyata bukan putri cantik Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz bin Al-Saud.
Berdasarkan pengakuan salah satu karyawan spa yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai 501 Nusa Dua itu, wanita cantik dalam foto adalah pramugari pesawat rombongan Raja Salman.
Menurut karyawan yang minta identitasnya dirahasiakan itu, wanita cantik tersebut memang datang bersama rombongan kerajaan Arab ke lokasi. Tapi tidak bersama Raja Salman, hanya bersama staf kerajaan.
"Benar kalau staf rombongan datang ke sini. Selain spa mereka juga treatment dan lain sebagainya. Kebetulan memang ada datang ke tempat kami perempuan itu. Itu pun pramugarinya. Kalau saya tanya tamunya, dia dari Inggris," kata karyawan spa, Kamis, 9 Maret 2017.
Foto wanita cantik menyebar dan menjadi pembahasan hangat di media sosial. Pengunggah foto bernama akun Wayan Adi Sumiran. Dalam postingan foto, tertulis sebuah kalimat yang mengklaim wanita itu sebagai putri Raja Salman.
"Om Swastyastu trimakasih banyak princesnya raja salman dan staff yang lainnya sudah berkunjung ke ADI SPA dan melakukan aktivitas spa dan balinise costum.ternyata mereka sangat senang sekali om shanti, shanti, shanti om".
Karyawan spa yang ditemui VIVA.co.id menuturkan, pihak spa sangat berterima kasih telah dikunjungi rombongan tamu negara itu. Tapi, mereka memastikan wanita dalam foto bukan putri Raja Salman.
"Buat kita itu kebanggaan dikunjungi rombongan. Cuma bahasanya yang membuat jadi heboh karena berisi putri Raja Salman. Maksud kita itu bukan ke sana. Maksudnya terima kasih sudah didatangi rombongan, stafnya juga dan orang-orang cantik. Itu maksudnya. Jadi sekali lagi itu pramugarinya (bukan putri Raja Salman)," ujarnya.(VIVA)

Rabu, 08 Maret 2017

Pesantren Tebuireng, Tempat Para Ulama dan Tokoh Bangsa Belajar Agama, Ini Profilnya


 Seperti dilansir Wikipedia, Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh K.H. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899 M. Pesantren ini didirikan setelah ia pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren terkemuka dan di tanah Mekah, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.
Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.  Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, syariat, dan bahasa Arab,  pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Pesantren ini menjadi tempat di mana banyak ulama dan tokoh bangsa menimba ilmu. Salah satunya K.H. Abdurahman Wahid atau Gus Dur, juga Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub. Berikut profil Pesantren Tebuireng:




Selasa, 28 Februari 2017

Dibuka Seleksi Beasiswa Cahaya Pintar NU Care, Ini Persyaratannya

Jakarta,
Sebagai wujud komitmen kepedulian pada bidang pendidikan, tahun 2017 ini NU Care-LAZISNU menggulirkan program “Beasiswa Cahaya Pintar NU CARE Scholarship 2017”. Beasiswa ini menyasar mahasiswa Diploma III, Diploma IV, Strata 1, dan Strata 2. 

“Kuota calon penerima beasiswa sebanyak 50 mahasiswa yang tersebar di perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kami berharap program ini akan berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan menyasar lebih banyak lagi mahasiswa,” tegas Direktur NU Care, Samsul Huda saat dihubungi NU Online di Jakarta, Rabu (22/2). 

Ia melanjutkan sasaran program ini adalah mahasiswa yang sedang dan/atau pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren; serta mahasiswa berprestasi pada bidang intra dan/atau ekstra kurikuler namun memiliki keterbatasan ekonomi.

Untuk memperoleh Beasiswa Cahaya Pintar NU Care 2017 ini, calon penerima harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.

Persyaratan Umum Beasiswa NU Care 2016 diberikan kepada mahasiswa:

1. Jenjang S1/Diploma IV serendah-rendahnya pada semester I dan setinggi-tingginya pada semester VII. 
2. Jenjang Diploma III, serendah-rendahnya pada semester I dan setinggi-tingginya pada semester V.
3. Jenjang Strata II, serendah-rendahnya pada semester I dan setinggi-tingginya pada semester III.
4. Memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,00 dari skala 4,00.
5. Membuat esai dengan tema “Mimpiku Untuk Nahdlatul Ulama dan Indonesia” sekurang-kurangnya 5.000 karakter.

Mahasiswa yang memenuhi persyaratan di atas, harus mengajukan permohonan tertulis kepada NU Care dengan melampirkan berkas sebagai berikut:

1. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) atau yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif;

2. Melampirkan profil singkat calon penerima yang sedikitnya memuat nama, tempat tanggal lahir, alamat, nomor kontak, riwayat pendidikan (dari SD sampai terakhir), riwayat pendidikan pesantren, daftar Prestasi; 

3. Melampirka surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa/bantuan biaya pendidikan lain (bermaterai 6000); Surat Rekomendasi dari pimpinan Fakultas/Jurusan; Fotokopi kartu keluarga; Foto diri ukuran 4x6 terbaru.

Adapun persyaratan khusus bagi mahasiswa berprestasi, melampirkan fotokopi piagam atau bukti prestasi lainnya (ko-kurikuler dan/atau ekstra kurikuler) pada tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional maupun Internasional.

Bagi mahasiswa yang tidak mampu wajib melampirkan surat Keterangan Tidak Mampu dari pemerintah desa/kelurahan. Mahasiswa harus lulus ujian Baca Tulis al Qur’an dan Praktek Pengamalan Ibadah (BTA-PPI). Khusus untuk calon penerima yang hafal Al Quran, wajib melampirkan syahadah dari Pondok Pesantren masing-masing.

Seluruh berkas pengajuan dikirimkan kepada NU Care–LAZISNU melalui email: rekrutmen.nucare@gmail.com dengan Subjek: “Beasiswa Cahaya Pintar NU Care 2017” paling lambat tanggal 6 Maret 2017. Berkas juga dapat dikirim melalui pos paling lambat tanggal 3 Maret 2017 Cap Pos yang ditujukan kepada: Panitia Seleksi Beasiswa Cahaya Pintar NU Care 2017 di Kantor NU Care–LAZISNU, Gedung PBNU Lt. 2 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat 10430.

Seleksi administrasi dilakukan pada 7-9 Maret 2017. Pengumuman Lulus Administrasi 10 Maret 2017, Tes BTA-PPI dan TPA 13 Maret 2017, dan Wawancara pada 14 Maret 2017. Untuk seluruh tahapan seleksi, NU Care-LAZISNU tidak memungut biaya apa pun. (Kendi Setiawan/Fathoni NU Online/) 

Kamis, 16 Februari 2017

13-2-1946: ENIAC, Cikal-Bakal Komputer Digital Dunia Lahir

Cikal bakal komputer elektronik digital ternyata muncul pada 1946, lewat ENIAC. Itu adalah kepanjangan dari Electronic Numerical Integrator and Calcuator (ENIAC) dan pertama kali di demonstrasikan pada 13 Februari 1946.
Demonstrasi itu dilakukan di Moore School of Electrical Engineering di University of Pennsylvania, oleh John W. Mauchly dan J. Presper Eckert. Saking besarnya, mesin itu membutuhkan ruang berukuran sangat besar.
Kehadiran ENIAC terjadi pada Perang Dunia ke-2, yang awalnya merupakan proyek militer rahasia, yang dikenal dengan nama Project PX. ENIAC sangat bersejarah karena merupakan cikal bakal industri komputasi elektronik di dunia.
Dalam demonstrasinya, dikutip dari TodayInsci, ENIAC mampu menghadirkan komputasi digital berkecepatan tinggi, hanya dengan menggunakan tabung kedap udara (vacum tube). ENIAC membutuhkan sekitar 17.468 tabung vakum., 7.200 diode kristal, 1.500 pemancar, 70.000 resistor, 10.0000 kapasitor dan sekitar 5 juta sambungan yang disolder dengan tangan.
Berat ENIAC sekitar 27 ton dan ukurannya 2,4 m x 0,9 m x 30 m. ENIAC mengambil luas sekitar 167 meter persegi dan mengonsumsi energi sebesar 160 kW.
Komputer digital pertama ini memang memiliki ciri utama, yakni penggunaan tabung hampa udara sebagai penguat sinyal. (hd)

Senin, 13 Februari 2017

Anak Kecanduan Gadget? Ada Lima Cara yang Bisa Ibu Lakukan

ilustrasi : jpnn.com
 Ibu-ibu, waspada jika anak ibu menatap layar gadget, bermain permainan hingga berjam-jam. Selain kecanduan juga akan berdampak buruk pada nilai sekolahnya.
Dilansir Pop Sugar, Minggu (12/2), sebanyak 9 dari 10 ibu menjawab “Sebentar ya Nak” saat akan mengambil gadget anaknya.
Hal itu karena anak mencintai dunia digital dengan fantasi disertai warna dan kesenangan yang didapatkan.
Salah satu permainan misalnya Minecraft membuat anak jika sudah bermain permainan ini akan sulit dihentikan. Inilah sebabnya mengapa anak-anak sulit melepaskan gadget mereka. Ada 5 tips untuk meminimalkan perdebatan dengan anak saat menyingkirkan gadgetnya.
1. Cari Aktivitas Lain
Aktivitas lain akan membuatnya lupa sejenak. Atau mengajak anak jalan-jalan tanpa gadget. Saat pulang ke rumah, anak sudah mengantuk dan saatnya tidur.
2. Gunakan Batas Waktu
Gunakan visual sistem batas waktu pada gadget untuk membatasi waktu anak bermain. Ajari mereka untuk bertanggungjawab atas proses yang dilakukan. Ketika waktunya habis, maka suara atau visual akan muncul pada gadget. Lakukan perjanjian ini dengan anak sebelum bermain.
3. Pilihkan Aplikasi
Pilihkan aplikasi permainan bagi anak yang memiliki batas waktu sehingga aplikasi berhenti sendiri. Kemudian terserah kepada orangtua untuk memastikan anak tidak melompat ke aplikasi lain.
4. Berhenti Secara Alami
Ajari anak-anak untuk berhenti secara alami. Sebelum anak bermain gadget, lakukan perjanjian berapa lama mereka akan bermain. Tetapkan batas waktu bersama-sama.
5. Ajarkan Soal Konsekuensi atau Sebab Akibat
Diskusikan konsekuensi dan tindak lanjut ketika anak-anak melewati batas. Ajarkan mereka soal dampak sebab dan akibat memakai gadget terlalu lama. Misalnya jika terlalu lama menggunakan gadget akan membuat mereka malas, nilai buruk, sehingga dimarahi guru atau sebab akibat lainnya. (cr1/JPG/batampos)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online