ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2018

Ansor Banyuwangi Gelar Tasyakuran Hari Lahir

Banyuwangi,  – Pada momentum hari lahirnya yang ke-84 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyuwangi menggelar tasyakuran di aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (24/4). Selain mengirim doa kepada para pendiri dan pejuang Ansor, momentum harlah juga digunakan untuk meningkatkan soliditas kader-kader Ansor.

Ketua PC GP Ansor Syukron Makmun Hidayat mengajak kepada para kader Ansor Banyuwangi untuk menjaga kekompakan dalam menjalankan pengabdiannya.
“Tantangan yang dihadapi oleh Ansor di usianya yang ke-84 ini, semakin berat dan beragam. Mulai dari soal keagamaan, ideologi, kebangsaan, ekonomi dan permasalahan sosial lainnya. Tentu, untuk bisa menghadapi ini, perlu soliditas dari semua kader,” ungkapnya saat memberi sambutan.

Momentum harlah, lanjut Syukron, adalah saat yang tepat untuk menyatukan kembali semangat dan visi misi. “Semangat para pendiri Ansor harus kita teladani dalam berjuang. Ini adalah kunci penting dari peringatan Harlah ini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi terpilih KH. Ali Makki Zaini juga memberikan tausiyah senada. Kekompakan menurutnya adalah bekal penting untuk melakukan perjuangan. “Tali Allah itu berada di dalam kekompakkan. Jadi, kalah menang, jika kita kompak, maka hukumnya menang,” tegasnya.

Selain itu, imbuh Gus Makki – sapaan karib Kiai Ali Makki – dalam berorganisasi diperlukan dua hal. Yakni,  gas dan rem. Menurutnya, gas dalam berorganisasi adalah serangkaian visi, misi, program kerja dan segenap cita-cita. Semua hal itu, tidak serta merta dilakukan begitu saja. Namun harus ada kontrol atau rem.
http://picasion.com/
“Remnya adalah dengan mengingat para pendahulu. Kira-kira, jika Ansor melakukan ini, pendiri Ansor tersenyum ataukah sebaliknya. Begitu seterusnya. Jadi, harlah ini adalah upaya untuk menguatkan rem,” tegasnya.

Lebih lanjut Gus Makki juga meminta Ansor Banyuwangi untuk tampil beda. Karena Ansor berdiri di Banyuwangi, maka Ansor Banyuwangi setingkat lebih maju ketimbang Ansor di daerah lainnya.

“Jangan sampai Ansor kalah dengan daerah lainnya,” tukasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh PAC GP Ansor se Banyuwangi. Di penghujung acara, ditutup dengan potong tumpeng. (ay -NUOB)

Minggu, 22 April 2018

Setelah Kiai Marwan Ditetapkan Sebagai Rais PCNU Banyuwangi, Gus Makki terpilih sebagai ketua PCNU Banyuwangi


Proses pemilihan Ketua PCNU Banyuwangi masa khidmat 2018-2023 berlangsung secara aklamasi pada Ahad sore (22/4). KH. Ali Makki Zaini atau akrab disapa Gus Makki terpilih sebagai ketua. Pada tahap pencalonan, ia meraih 368 suara dari 582 hak suara yang digunakan.


Sebagaimana ditentukan dalam tata tertib pemilihan, hanya calon yang mendapatkan 150 suara dukungan. Karena pada tahap pemilihan hanya Gus Makki yang mendapatkan suara minimal pencalonan, maka ia pun ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua.

Sebenarnya, dalam pencalonan ada beberapa nama lain yang masuk bursa calon. Ada nama Sekretaris PCNU Banyuwangi sebelumnya Guntur Al-Badri yang mendapat 92 suara. Kemudian disusul Ketua RMI KH. Ahmad Munib Syafaat yang dapat 56 suara.

Lalu, ada nama Direktur Aswaja NU Center Banyuwangi KH. Abdillah As’ad yang mendapat suara 37. Serta nama Ketua MWC NU Banyuwangi H. Ahmad Mushollin yang didukung oleh 24 suara.

Selain itu, ada nama-nama lain yang terpilih. Namun tak dikenal. Kemungkinan adalah kesalahan tulis. Masing-masing mendapatkan satu suara. Diantaranya adalah Gus Nadhi, Gus Mun’im, Nur Kholiq, Ali Mahdi dan Maisholi.

KH. Zainullah Marwan 
Saat sebelumnya KH. Zainullah Marwan ditetapkan sebagai rais syuriyah PCNU Banyuwangi 2018-2022. Penetapannya tidak melalui voting, tapi melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Untuk menentukan para anggota AHWA tersebut, para rais syuriyah di tingkat Ranting melakukan musyawarah bersama rais di tingkat MWC NU untuk memilih sebanyak lima orang yang dinilai memiliki kapasitas sebagai ulama pilihan untuk menentukan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi selanjutnya.

Setelah ditabulasi usulan AHWA dari 25 MWC NU se-Banyuwangi terpilih lima orang sebagai anggota AHWA. Pertama, Rais Syuriyah MWC NU Srono KH. Ali Makki Zaini. Kemudian Rais MWC NU Kalipuro KH. Huzaini Hafidz, Rais MWC NU Kabat KH. Muhammad Yamin Masfa, Rais MWC NU kalibaru KH. Habib Abdurrahman.

Namun, dari kelima anggota AHWA tersebut saat diumumkan tak berkenan langsung untuk memutuskan. Mereka ingin bermusyawarah dengan semua rais MWC NU se Banyuwangi. “Kami tak berani memutuskan sendiri. Kami ingin mengajak semua rais untuk ikut bermusyawarah,” ungkap KH. Ali Makki Zaini sebagai juru bicara AHWA di dalam sidang pleno kelima Konfercab NU, Ahad (22/1).

Akhirnya, semua rais terlibat dalam permusyawarahan tersebut. Sebagai ketua sidang adalah KH. Ali Makki Zaini dan KH. Miftahul Huda sebagai sekretaris. Hanya butuh waktu 15 menit untuk menentukan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi.

“Sidang memutuskan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi 2018 – 2022 adalah KH. Zainullah Marwan dari Dusun Pacemengan, Desa Buluagung, Kecamatan Silaragung,” Kiai Ali Makki mengumumkan hasil sidang. Lantas disambut gemuruh tepuk tangan para peserta konferensi.

Setelah itu, Kiai Marwan diperkenankan untuk menyampaikan kesediaannya. Kiai Marwan pun menyampaikan kesediaannya. Dengan demikian, secara resmi Wakil Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi 2013 – 2018 tersebut sebagai rais selanjutnya hingga lima tahun ke depan. (gusno)

Senin, 12 Maret 2018

Katib NU Jember: NU Meramu Tiga Identitas Sekaligus

Banyuwangi,  
Ada banyak manfaat yang bisa diraih saat bergabung dengan Nahdlatul Ulama. Tidak semata ikut dalam organisasi sosial keagamaan terbesar yang didirikan ulama, juga kegunaan lain dapat direngkuh.

Dengan mengutip sebuah syair, Kiai MN Harisuddin menyampaikan kepada peserta Pelatihan Kader Dasar yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Genteng, Banyuwangi Ahad, (12/3). 

Syair tersebut adalah: 
Nahdlatul Ulamaai Fahmu dinii # Alaqatan bainan nabiy wa bainiy
Wa hamila al-Allaamatul Islaama # Minan nabiyyi rahmatan aalamaa
Nusamiy haadza sanadan huw kaafi # La bil gugali wat twutari wal wust’afi.  

Bagi Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Jawa Timur ini, keuntungan berNU yakni. “Pertama, NU adalah paham keagamaan yang bisa meramu tiga identitas sekaligus. Menjadi Islam, menjadi Indonesia dan menjadi Jawa,” katanya. 

Kalau yang bersangkutan orang Makasar, maka bisa menggantinya menjadi Islam, Indonesia dan Bugis sekaligus. Demikian seterusnya. “Tidak banyak yang seperti NU ini,” tukas Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut. 

Kedua, NU menjadi penyambung antara warganya dengan Nabi Muhammad SAW,” katanya. 

Melalui sistem sanad yang dibangun di NU, insyaallah warganya tersambung dengan Nabi Muhammad SAW melalui para salafuna as-shaalih. Misalnya, dari kiai, terus kiainya kiai, terus ke Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari hingga sampai kepada Rasulullah SAW. 

“Ini berbeda dengan organisasi yang tidak jelas sanadnya. Sanadnya langsung ke Mbah Google”, ujar ketua bidang intelektual dan publikasi ilmiah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember tersebut yang disambut gelak tawa peserta.  

Selain itu, lanjut Kiai Harisudin, alasan mengapa ber-NU, yakni adalah karena organisasi ini dibawa oleh orang-orang yang sangat alim. “Kalau berIslam, carilah Islam yang dipahami secara benar,” tegasnya. 

Di NU, yang mengajari Islam adalah para ulama yang sangat alim dan tawadlunya luar biasa. Bukan melalui ustadz yang baru kemarin belajar Islam. Baru belajar Al-Qur’an langsung sok alim, sok pintar. Ke mana-mana bawa dalil. Bukan melalui ustadz yang seperti itu, lanjutnya.

Para ulama NU adalah orang yang sangat otoritatif dalam berIslam. “Belajarlah Islam kepada ulama yang memiliki otoritas keilmuan dan akhlak,” ungkap pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates tersebut. 

Dan alasan berikutnya karena NU membawa misi rahmat semesta alam seperti bunyi syair minan nabiyyi rahmatan alama. “Yakni Islam yang ramah, bukan Islam yang penuh amarah. Islam yang mengajak, bukan Islam yang menginjak. Islam yang rahmatan lil alamin, bukan Islam yang laknatan lil alamin,” tegasnya. 

Karena rahmatan lil alamin, dakwahnya NU juga dengan santun dan damai. “Tidak main paksa dan kekerasan segala,” pungkas dosen pascasarjana IAIN Jember ini. 

Hadir pada PKD tersebut, Abd Qadir Jaelani selaku Ketua PAC GP Ansor Genteng, Gus  Bambang Irawan yang juga Wakil Pengasuh Ponpes Tasmirut Thalabah sekaligus Wakil Ketua PAC GP Ansor, dan ratusan peserta yang terdiri pengurus PAC dan Ranting di Kecamatan Genteng. Kegiatan diselenggarakan di Pondok Pesantren Tasymirut Thalabah Setail. (Shohibul Ulum/Ibnu Nawawi)

Sabtu, 10 Maret 2018

PAC GP Ansor Genteng Gelar PKD untuk Perkuat Kualitas Kader


Banyuwangi,Sebagai  implementasi visi memperkuat sistem kaderisasi dan misi mempersiapkan regenerasi kepemimpinan Ansor dan kader berkualitas, PAC GP Ansor Kecamatan Genteng, Kabupten Banyuwangi menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

PKD bertema “membangun semangat GP Ansor  masa depan” dilaksanakan Sabtu-Ahad, (10-11/3 2018) bertempat di Pondok Pesantren Tasymiruttholabah dusun Jalen Setail kecamatan genteng. PKD  ini diikuti oleh 58 orang peserta yang berasal dari berbagai ranting Ansor di Kecamatan genteng.

Adapun tujuan PKD ini adalah terwujudnya kader penggerak GP Ansor tingkat anak cabang dan ranting yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang handal yang siap mengawal dan menjadi dinamisator organisasi GP Ansor  di tingkat Pimpinan Anak Cabang dan pimpinan ranting. 

Untuk itu peserta PKD selama pelatihan ditempa untuk meraih kompetensi pelatihan antara lain: Memiliki wawasan keilmuan yang luas dan bobot pengetahuan yang lebih memadai tentang ke-Aswaja-an, ke-NU-an, bela negara dan karakter kebangsaan, ke-Ansor-an , Manajemen keorganisasian serta ESQ.

 H.Sukron Makmun Hidayat. S.Hum
PKD ini dibuka secara resmi oleh Ketua PC GP Ansor Banyuwangi H.Sukron Makmun Hidayat. S.Hum .dalam sambutannya H.Sukron Makmun Hidayat. S.Hum berpesan dan berharap kepada kader-kader Asor untuk menjaga persatuan dan kekompakan diAnsor dan Nu,selain itu Ansor harus bisa  menjadi pemadam dan pengendali isu –isu yang menyebabkan kegaduhan Nasional.

 Turut hadir pada acara ini  segenap perangkat desa setail ,perangkat kecamatan genteng, Pengurus MWCNU Genteng,jajaran Pengurus PC GP Ansor Banyuwangi,Koramil dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam pelatihan ini, peserta digembleng oleh Tim Instruktur PC GP Ansor Banyuwangi. Peserta tidak sekadar diupgrade pengetahuan, tetapi juga olah fisik, mental dan spiritual. (Gusno)


Rabu, 21 Februari 2018

GP Ansor Berangkatkan 999 Anggota Banser Umrah

TANGERANG - Gerakan Pemuda (GP) Ansor memberangkatkan sebanyak 999 anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) ibadah umrah, Rabu (21/2/2018).
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, program "999 Banser Umroh 2018 Bersama Ketua Umum PP GP Ansor" itu merupakan program yang telah digagas GP Ansor tahun lalu dan direalisasikan pada tahun ini.
"Program ini diadakan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada kader Banser yang telah memberikan dedikasi terbaiknya dalam organisasi," ujar pria yang kerap disapa Gus Yaqut di Lounge Umroh Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Lanjut Gus Yaqut, nantinya rombongan jamaah tersebut akan dibagi ke dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama diberangkatkan pada hari ini yakni sebanyak 350 jamaah. Sementara sisanya akan diberangkatkan pada bulan April mendatang.
Para jamaah pun akan diberangkatkan melalui PT Sorban Nusantara, perusahaan Tour & Travel resmi milik Pimpinan Pusat GP Ansor. Gus Yaqut berpesan kepada ratusan Banser yang berangkat Umrah untuk tetap berperilaku santun, rendah hati, toleran, membantu sesama jamaah, serta menata niat tulus dan ikhlas.
"Tata niat yang tulus, ikhlas, ibadah umroh ini semata karena Allah SWT. Selain memperbanyak ibadah lainnya, selama di Tanah Suci kita harus tetap berperilaku rendah diri, santun, toleran dan membantu sesama jamaah umroh lain," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sorban Nusantara Towus Ainul Yakin menambahkan, jamaah umroh Banser berangkat dengan subsidi dari pimpinan pusat GP Ansor sebesar Rp. 5 juta per orangnya.
"Khusus bagi yang sudah berkhidmah selama lebih kurang 2,5 tahun sebagai anggota Banser, Ketua Umum GP Ansor memberikan subsidi Rp5 juta per orang," kata Towus
Towus menjelaskan, paket umroh dengan durasi selama 9 hari dan fasilitas bintang 4 tersebut sebenarnya bernilai Rp. 22,5 juta. Setelah mendapatkan subsidi masing-masing peserta umroh hanya dikenakan biaya sebesar Rp 17,5 juta.
(kha)

Selasa, 24 Oktober 2017

Rakercab 2017 dan Dialog kebangsaan PC GP Ansor Banyuwangi

 BANYUWANGI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur telah mengadakan Rakercab 2017 dan Dialog kebangsaan dengan tema “ Menoreh mimpi untuk indonesia damai.

Acara yang diselenggarakan di New Surya Hotel jajag Gambiran 22 oktober 2007 berlangsung mulai pagi hingga sore hari.

Acara dialog  ini bertujuan untuk mengingatkan kembali anggota GP Ansor khususnya dan  pemuda Indonesia umumnya untuk tidak mudah terprovokasi. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

H.Sukron Makmun Hidayat S.Hum
"Kita tidak boleh terprovokasi oleh pihak pihak yang ingin mencederai Indonesia, karena bagi Ansor, NKRI adalah harga mati," ungkap Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Banyuwangi, H.Sukron Makmun Hidayat S.Hum saat ditemui di sela Rapat Kerja (Raker) PC GP Ansor . 

Sukron juga menjelaskan selain membahas rencana program kerja, raker ini juga dalam rangka menyamakan pandangan dan presepsi seluruh pengurus agar bisa melaksanakan program kerja kedepan yang lebih baik. 

"Kalau pandangan dan presepsi kita sama yang jelas program kerja juga terlaksana dengan baik," ucapnya.

Selain dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus GP Ansor Banyuwangi, turut hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilaya (PW) GP Ansor Jatim Gus Abid Umar, Wakil Ketua Bidang Organisasi PW GP Ansor Jatim Khoirul Huda, Wakil Sekretaris Muhadi Sinambela.


Sebelum dilaksanakan acara raker tahunan ini, acara ini di awali dengan Dialog Kebangsaan dengan narasumber Kepala Bakesbangpol Wiyono dan Akademisi Banyuwangi Samsudin Adlawi. (Gusno)

Minggu, 13 Agustus 2017

Majelis Zikir dan Rijalul Ansor dusun Jenisari dengan kemasan sederhana Namun Sarat Makna

Majelis zikir dan Rijalul Ansor PAC Genteng kembali digelar dengan bekerja sama dengan segenap pengurus Ranting Ansor Desa Genteng Kulon.

Namun ada sisi lain pada Acara rutin bulanan PAC Genteng ini  .acara di gelar dengan konsep sederhana dengan menempati aula TPQ Robithotul islam 2 dusun jenisari desa genteng kulon .

Undangan hanya di tujukan kepada anggota Ansor , masyarakat sekitar lokasi serta perwakilan perangkat desa.

Walaupun demikian ,ternyata panitia penyelenggara mengemas acara tersebut secara profesional sehingga patut mendapat apresiasi yang luar biasa dari hadirin.

Acara  dimulai pukul 19.00 wib dengan iringan duet hadrah dari grup hadrahPac dan grup hadrah dusun jenisari, pembukaan acara dan sambutan singkat dari ketua PAC Genteng (Sahabat Abd.Kadir,M.Pd.i )  dan perwakilan perangkat desa  ( Bpk Arif Fatwa).

Acara inti diisi istighosah , dzikir  tausiyah  dan Doa oleh  Kyai Mukhtar Abdillah  ,dalam tausiyah nya Kyai Mukhtar Abdillah  menyampaikan materi Aswaja tenteng 4 kriteria orang-orang yang beruntung.


Penyampaian materi yang terkemas secara terinci dan memberikan contoh kehidupan langsung  Nabi muhammad SAW dan dari para Sahabat Rosululloh SAW membuat materi menjadi sarat makna ,sehingga anggota diharap bisa mengambil ibroh dari kehidupannya.

Jumat, 23 Juni 2017

Buka bersama dan sholat trawih berjamaah, bersama H.Sukron Makmun HIdayat.S.Hum

AnsorGenteng Online-Seluruh pengurus  PC GP Ansor Banyuwangi  dan pengurus inti PAC GP Ansor se Banyuwangi sore hari ini buka bersama  di rumah pribadi H.Sukron Makmun HIdayat. S.Hum (Ketua PC GP Ansor Banyuwangi  )  yang  berdomisili di genteng wetan.kegiatan ini atas inisiatip pribadi ketua PC Ansor Banyuwangi selaku tuan rumah dengan tujuan konsolidasi dan silaturahmi bersama sebelum lebaran tiba ,Jumat 23 /6/2017.

Selain konsolidasi dan silaturahmi pada acara ini H.Sukron Makmun HIdayat. S.Hum  juga berbagi bingkisan tali asih kepada seluruh pengurus dan warga sekitar yang hadir .

Kegiatan ini diawali menampilkan team hadroh sholawat kader ansor setempat,dilanjutkan sambutan H.Sukron Makmun HIdayat.S.Hum  .

Dalam sambutannya H.Sukron Makmun HIdayat.S.Hum berpesan kepada seluruh jajarannya : pengkaderan dan pembinaan di ansor hendaknya terus di dorong agar gerakan yang dilakukan Ansor kedepannya lebih baik.Ansor adalah sahabat dengan semuanya ,jadi kader ansor janganlah mudah terprovokasi.

“Acara seperti ini sudah dilakukan setiap taun selama kepemimpinannya dan saat ini sudah  memasuki tahun ke 3 “,sambung H.Sukron Makmun HIdayat.S.Hum.

Sesi  taujih di isi oleh Ketua Lembaga Dakwah NU Banyuwangi  ustadz Zulkarnain.
Dalam ceramahnya ustadz Zulkarnain mengingatkan kembali tentang pentingnya kita membakar 7 macam nafsu yang berada pada diri kita ,karna bulan Rahamadan pada hakekatnya adalanbulan pembakaran Nafsu.

“ Nafsu hendaknya jangan sampai lebih dominan dari akal,agar tingkah laku kita terpuji”.demikian kutipan Singkat AnsorGenteng Online dari isi ceramah ustadz Zulkarnain.


Acara di akhiri dengan Doa dilanjut kan buka bersama,sholat magrib dan isyak berjamaah serta sholat tarawih.Gusno


foto selengkapnya kegiatan ini klik ; http://ansorgenteng.blogspot.co.id/…/kumpulan-foto-buka-ber…

Kamis, 22 Juni 2017

LAZIZNU Banyuwangi memberikan santunan anak yatim, dhuafa dan pengusaha kecil

AnsorGenteng Online-Bertempat dikantor  MWCNU kec Genteng, LAZIZNU Banyuwangi mengadakan sosialisai  kepada pengurus MWCNU beserta Banom NU tingkat kecamatan(Rabu,21/6/2017).

Acara yang di pandu Sdr Irfan (pengurus LAZIZNU Banyuwangi )bertujuan untuk mengenalkan program kerja LAZIZNU sekaligus penyerahan SK pengesahan LAZIZNU di tingkat Ranting (tingkat desa di wilayah Genteng).

Hadir di acara ini K.H.Shodik ( Tanfidziyah MWCNU Genteng) beserta  jajarannya,Kyai Imron, Sahabat Abd.Kadir,M.Pd.i ( Ketua PAC Ansor Genteng) .

Sdr irfan memaparkan :” LAZIZNU merupakan lembaga  satu pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) yang dibentuk NU yang kewenangnnya sudah di akui oleh KEMENAG”.

“Saat ini LAZIZNU sudah membentuk kepengurusan dari tingkat Nasional sampai tingkat Ranting ,dan dengan sosialisasi ini diharapkan LAZIZNU Banyuwangi bisa bekerja sama dan saling membantu dalam pengelolaan ZIZ dengan MWCNU genteng dan Banom nya”.


Acara sosialisasi LAZIZNU Banyuwangi yang di kemas dengan acara buka bersama ini juga memberikan  santunan kepada Anak yatim , dhuafa dan pemberian modal usaha kecil kepada salah satu pedagang cilog kader NU di wilayah Genteng.(Gusno)

Minggu, 18 Juni 2017

2300 peserta " Mudik bareng NU " hari ini diberangkatkan

Jakarta,
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) memberangkatkan peserta Mudik Bareng PBNU pada Ahad (18/6) di halaman Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

Ketua PBNU, KH Abdul Manan Abdul Ghani mengungkapkan momentum mudik sebagai bagian mengingat tanah kelahiran yang berarti tanda kecintaan kepada tanah air.

“Mudik ini kebutuhan fitrah, bahwa kita ingin kembali ke kampung halaman. Kampung halaman itu penting, tanah kita dilahirkan, tempat yang harus kita hormati. Bagian dari iman adalah cinta kepada tanah air,” papar Kiai Manan.

Ia menambahkan tidak bisa dipungkiri air mata kita akan menetes saat ingat akan tanah kelahiran dan tanah air.  Ia juga menegaskan, membantu perjalanan atau menyediakan biaya mudik, merupakan amal yang baik.

Sementara Ketua LTM KH Mansur Syaerozy mengungkapkan Mudik Bareng 2017 merupakan penyelenggaraan mudik ketujuh kali yang diadakan PBNU. Ia sedikit mengulas Mudik Bareng PBNU diawali tahun 2001 dengan 15 kendaraan bus.

“Alhadmulillah setiap tahun jumlah pemudik yang dapat diberangkatkan PBNU selalu bertambah. Tahun lalu ada 1800 pemudik. Dan tahun ini meningkat menjadi 2300 pemudik,” kata Kiai Mansur.

Selain jumlah pemudik yang meningkat pesat pada tahun ini, juga ada penambahan rute yang baru pertama kali disediakan, yakni tujuan Lampung.

Menurutnya Mudik Bareng NU selalu diminati. Ada beberapa kelompok yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Yaitu para mahasiswa atau mahasiswi yang kuliah di Jakarta, anak-anak muda yang baru bekerja, dan para pensiunan. 

“Mereka adalah orang-orang yang cinta kepada NU,” kata Kiai Mansur. 

Pelepasan Mudik Bareng PBNU ditandai dengan pengibaran bendera oleh Ketua PBNU KH Masudi Syuhud, Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani, Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Shely, dan Direktur 2 Pegadaian Dijono.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan dokumen data peserta Mudik Bareng PBNU 2017 dari Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani kepada Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Shely.  NU Online 

Senin, 12 Juni 2017

Peringatan Nuzulul Qur’an PCNU Banyuwangi diawali dengan Bacaan Tahlil

Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali 

Genteng,  -Pembukaan acara peringatan Nuzulul Qur’an PCNU Banyuwangi di buka dengan tahlil bersama (11/06/2017).  Acara tersebut di ikuti oleh Rois Syuriah PC NU Banyuwangi KH. Hisyam Syafaat, Tanfidziyah PC NU Banyuwangi KH. Masykur Ali, Forpimda Kabupaten Banyuwangi, Kemenag Banyuwangi, Kapolres Banyuwangi, MWC NU se-Banyuwangi beserta Banom-banomnya juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tepat pukul 15.40 acara dimulai, dipimpin langsung oleh KH. Imam dari Singonjuruh. Diikuti oleh para jama’ah yang mulai memadati halaman SMK Ibnu Sina Genteng.  
Sambutan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara peringatan Nuzulul Qur'än PCNU Banyuwangi

Acara berlangsung khidmat, sampai pembacaan tahlil usai. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu subhanul wathon,
Dalam sambutanya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas :“Doa yang sering kita panjatkan sendiri maupun berjamaah, Rabbanaa atinaa fiddun ya hasanah merupakan kebaikan yang ada di dunia. Kebaikan apapun itu yang kita lakukan seyogyanya juga ada usahanya.”

Demi mewujudkan doa tersebut (kebaikan dunia) menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, salah satunya dengan mengatur pola makan.
“Kalau badan kita tidak sehat, kita harus menjaga dan mengatur pola makan yang kita terapkan sehari-hari”
 “Sebagaimana Rasulullah, dengan kita berpuasa, kesehatan kita akan terjaga dan pola makan kita akan teratur,”
“Bila kita uji coba menggunakan hewan tikus, kita bisa lihat bahwa tikus yang dikasih makan terus menerus dan tikus yang dikasih makan jarang dengan rentan waktu tertentu. Pasti yang berumur panjang adalah tikus yang dikasih makan jarang tersebut,” . tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas  di hadapan ratusan warga Nahdliyin se-Banyuwangi


Sementara itu Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali :kembali menegaskan bahwa komitmen NU dalam mengawal pancasila dan NKRI sudah sangat jelas.

 Menurut Kyai Masykur Ali sejarah telah telah membuktikan bahwa Perjalanan bangsa ini tidak terlepas dari peran ulama NU. “Mulai dari perjuangan kemerdekaan, perumusan dasar negara sampai perjuangn mempertahankan kemerdekaan, para kyai kita selalu hadir di depan”.

Komitmen dan ideologi perjuangan menegakkan NKRI sudah tidak diragukan lagi, mulai dari perjuangan Walisongo, Pangeran Diponegoro,KH. Moh. Hasan Bisri, Raden Ajeng Kartini, sampai hari ini para tokoh-tokoh NU tetap berada di garda depan mengawal NKRI.
“Sebelum pemerintah menetapkan Juni sebagi pekan Pancasila,  1160 kader PKP NU yang tersebar di seluruh pelosok Banyuwangi, terus berkomitmen NKRI harga mati, Pancasila Jaya”. Tambah Kyai Masykur
Selain itu ketua PCNU juga menyerukan agar tidak ragu untuk berjuang di Nahdlatul Ulama. “Sanad perjuangan NU itu jelas, dengan kita mondok di pondok pesantren salafiyah, para kiai sanadnya juga lurus sampai ke Rasulullah, begitu juga yang belajar di Blokagung atau dimanapun itu, yang pesantrenya berhaluan ahlusunnah waljamaáh An Nahdliyah, pasti gurunya satu dan akan ketemu sanadnya sampi ke Rosululloh”. Pungkasnya.
Kemudian sambutan diakhiri dengan pekikan Khas “Siapa kita? NU, NKRI ! Harga Mati, Pancasila Jaya! yang di ikuti oleh seluruh warga Nahdliyin yang memadati halaman SMK Ibnu Sina. 

Sumber : Nuob
Editor   : Gusno


Silaturahmi, Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim PC GP Ansor Banyuwangi

AnsorGenteng-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini, PC GP Ansor Banyuwangi bekerja sama PAC GP Ansor Sempu mengadakan Acara Silaturahmi, Buka Puasa Bersama dan Santunan  Anak Yatim yang bertempat di Masjid Jami’ Darul Falah Dusun darungan Rt 01 Rw 02 Desa Tegal Arum kecamatan Sempu.

Acara yang terselenggara hari Ahad tanggal 11 Juni 2017 tersebut dihadiri oleh seluruh Jamaah, Tokoh Masyarakat ,Kapolsek  Sempu,Kepala kecamatan Sempu,Dan pengurus inti Gp Ansor dari tingkat Ranting sampai Tingkat PC di Wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutanya  Ketua PC GP Ansor Banyuwangi H Sukron Makmun Hidayat S Hum menegaskan : acara tersebut merupakan silatturahmi  GP Ansor kepada masyarakat sekaligus sebagai bentuk kepedulian Ansor Kepada Anak yatim .

H Sukron Makmun Hidayat S Hum berpandangan Setiap anak merupakan aset masa depan bangsa. Semakin baik kualitas setiap anak, maka akan semakin baik, maju dan bermartabat. Anak Yatim sudah semestinya menjadi kepedulian semua umat, agar mereka kelak dapat hidup sukses membangun bangsa, Negara dan Keluarganya.

Selain itu H Sukron Makmun Hidayat S Hum juga berpesan kepada Jamaah dan Masyarakat untuk terus berikhtiar menjaga ketentraman   Banyuwangi khususnya serta terus menjaga indonesia ,beliau melihat saat ini telah ada kekuatan tertentu yg berusaha memecah belah bangsa dan umat islam,untuk itu kita  harus  dengan bijak  menghadapi dan melalui ujian ini .

Sementara itu Panitia penyelenggara mengatakan: santunan Anak yatim  ini   merupakan agenda Rutin yg diselenggarakan di wilayah Kecamatan sempu,  Untuk santunan kali ini diberikan ke 26 anak yatim ,dan tentunya ini lebih banyak dari Ramadhan tahun sebelumnya.


Acara penyerahan Santunan dilakukan secara simbolis dengan pembagian amplop dan Bingkisan oleh Pengurus PC GP Ansor Banyuwangi serta Tokoh masyarakat yang hadir .setelah itu dilanjutkan Doa , Buka puasa bersama dan Sholat Magrib berjamaah.Gusno

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online