ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id

Senin, 12 Juni 2017

Peringatan Nuzulul Qur’an PCNU Banyuwangi diawali dengan Bacaan Tahlil

Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali 

Genteng,  -Pembukaan acara peringatan Nuzulul Qur’an PCNU Banyuwangi di buka dengan tahlil bersama (11/06/2017).  Acara tersebut di ikuti oleh Rois Syuriah PC NU Banyuwangi KH. Hisyam Syafaat, Tanfidziyah PC NU Banyuwangi KH. Masykur Ali, Forpimda Kabupaten Banyuwangi, Kemenag Banyuwangi, Kapolres Banyuwangi, MWC NU se-Banyuwangi beserta Banom-banomnya juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tepat pukul 15.40 acara dimulai, dipimpin langsung oleh KH. Imam dari Singonjuruh. Diikuti oleh para jama’ah yang mulai memadati halaman SMK Ibnu Sina Genteng.  
Sambutan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara peringatan Nuzulul Qur'än PCNU Banyuwangi

Acara berlangsung khidmat, sampai pembacaan tahlil usai. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu subhanul wathon,
Dalam sambutanya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas :“Doa yang sering kita panjatkan sendiri maupun berjamaah, Rabbanaa atinaa fiddun ya hasanah merupakan kebaikan yang ada di dunia. Kebaikan apapun itu yang kita lakukan seyogyanya juga ada usahanya.”

Demi mewujudkan doa tersebut (kebaikan dunia) menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, salah satunya dengan mengatur pola makan.
“Kalau badan kita tidak sehat, kita harus menjaga dan mengatur pola makan yang kita terapkan sehari-hari”
 “Sebagaimana Rasulullah, dengan kita berpuasa, kesehatan kita akan terjaga dan pola makan kita akan teratur,”
“Bila kita uji coba menggunakan hewan tikus, kita bisa lihat bahwa tikus yang dikasih makan terus menerus dan tikus yang dikasih makan jarang dengan rentan waktu tertentu. Pasti yang berumur panjang adalah tikus yang dikasih makan jarang tersebut,” . tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas  di hadapan ratusan warga Nahdliyin se-Banyuwangi


Sementara itu Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali :kembali menegaskan bahwa komitmen NU dalam mengawal pancasila dan NKRI sudah sangat jelas.

 Menurut Kyai Masykur Ali sejarah telah telah membuktikan bahwa Perjalanan bangsa ini tidak terlepas dari peran ulama NU. “Mulai dari perjuangan kemerdekaan, perumusan dasar negara sampai perjuangn mempertahankan kemerdekaan, para kyai kita selalu hadir di depan”.

Komitmen dan ideologi perjuangan menegakkan NKRI sudah tidak diragukan lagi, mulai dari perjuangan Walisongo, Pangeran Diponegoro,KH. Moh. Hasan Bisri, Raden Ajeng Kartini, sampai hari ini para tokoh-tokoh NU tetap berada di garda depan mengawal NKRI.
“Sebelum pemerintah menetapkan Juni sebagi pekan Pancasila,  1160 kader PKP NU yang tersebar di seluruh pelosok Banyuwangi, terus berkomitmen NKRI harga mati, Pancasila Jaya”. Tambah Kyai Masykur
Selain itu ketua PCNU juga menyerukan agar tidak ragu untuk berjuang di Nahdlatul Ulama. “Sanad perjuangan NU itu jelas, dengan kita mondok di pondok pesantren salafiyah, para kiai sanadnya juga lurus sampai ke Rasulullah, begitu juga yang belajar di Blokagung atau dimanapun itu, yang pesantrenya berhaluan ahlusunnah waljamaáh An Nahdliyah, pasti gurunya satu dan akan ketemu sanadnya sampi ke Rosululloh”. Pungkasnya.
Kemudian sambutan diakhiri dengan pekikan Khas “Siapa kita? NU, NKRI ! Harga Mati, Pancasila Jaya! yang di ikuti oleh seluruh warga Nahdliyin yang memadati halaman SMK Ibnu Sina. 

Sumber : Nuob
Editor   : Gusno


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online