![]() |
| Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali |
Genteng, -Pembukaan acara peringatan Nuzulul
Qur’an PCNU Banyuwangi di buka dengan tahlil bersama (11/06/2017). Acara
tersebut di ikuti oleh Rois Syuriah PC NU Banyuwangi KH.
Hisyam Syafaat, Tanfidziyah PC NU Banyuwangi KH. Masykur Ali, Forpimda
Kabupaten Banyuwangi, Kemenag Banyuwangi, Kapolres Banyuwangi, MWC NU
se-Banyuwangi beserta Banom-banomnya juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar
Anas.
Tepat pukul 15.40
acara dimulai, dipimpin langsung oleh KH. Imam dari Singonjuruh. Diikuti oleh
para jama’ah yang mulai memadati halaman SMK Ibnu Sina Genteng.
![]() |
Sambutan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara peringatan Nuzulul
Qur'än PCNU Banyuwangi
|
Dalam sambutanya Bupati Banyuwangi
Abdullah Azwar Anas :“Doa yang sering kita panjatkan sendiri maupun berjamaah, Rabbanaa atinaa fiddun ya hasanah merupakan
kebaikan yang ada di dunia. Kebaikan apapun itu yang kita lakukan seyogyanya
juga ada usahanya.”
Demi mewujudkan doa tersebut (kebaikan dunia) menurut Bupati
Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, salah satunya dengan mengatur pola makan.
“Kalau badan kita tidak sehat, kita harus menjaga dan
mengatur pola makan yang kita terapkan sehari-hari”
“Sebagaimana
Rasulullah, dengan kita berpuasa, kesehatan kita akan terjaga dan pola makan
kita akan teratur,”
“Bila kita uji coba menggunakan hewan tikus, kita bisa lihat
bahwa tikus yang dikasih makan terus menerus dan tikus yang dikasih makan
jarang dengan rentan waktu tertentu. Pasti yang berumur panjang adalah tikus
yang dikasih makan jarang tersebut,” . tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di hadapan ratusan warga Nahdliyin se-Banyuwangi
Sementara itu Ketua
Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali :kembali menegaskan bahwa komitmen
NU dalam mengawal pancasila dan NKRI sudah sangat jelas.
Menurut Kyai Masykur Ali
sejarah telah telah membuktikan bahwa Perjalanan bangsa ini tidak terlepas dari
peran ulama NU. “Mulai dari perjuangan kemerdekaan, perumusan dasar negara
sampai perjuangn mempertahankan kemerdekaan, para kyai kita selalu hadir di
depan”.
Komitmen dan ideologi perjuangan menegakkan NKRI sudah tidak
diragukan lagi, mulai dari perjuangan Walisongo, Pangeran Diponegoro,KH. Moh.
Hasan Bisri, Raden Ajeng Kartini, sampai hari ini para tokoh-tokoh NU tetap
berada di garda depan mengawal NKRI.
“Sebelum pemerintah
menetapkan Juni sebagi pekan Pancasila, 1160 kader PKP NU yang tersebar
di seluruh pelosok Banyuwangi, terus berkomitmen NKRI harga mati, Pancasila
Jaya”. Tambah Kyai Masykur
Selain itu ketua PCNU
juga menyerukan agar tidak ragu untuk berjuang di Nahdlatul Ulama. “Sanad
perjuangan NU itu jelas, dengan kita mondok di pondok pesantren salafiyah, para
kiai sanadnya juga lurus sampai ke Rasulullah, begitu juga yang belajar di
Blokagung atau dimanapun itu, yang pesantrenya berhaluan ahlusunnah waljamaáh
An Nahdliyah, pasti gurunya satu dan akan ketemu sanadnya sampi ke Rosululloh”.
Pungkasnya.
Kemudian sambutan
diakhiri dengan pekikan Khas “Siapa kita? NU, NKRI ! Harga Mati, Pancasila
Jaya! yang di ikuti oleh seluruh warga Nahdliyin yang memadati halaman SMK Ibnu
Sina.
Sumber : Nuob
Editor : Gusno
Sumber : Nuob
Editor : Gusno
Senin, Juni 12, 2017



Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar