GENTENG – Polsek Genteng akan punya gawe. Musholla yang berada di kompleks polsek dan dibangun pada 1989 akan direhab.Untuk menentukan arah kiblat di musholla, menggandeng Tim Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Cabang Banyuwangi .
Jumat pagi 3 maret 2017,Tim Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Cabang Banyuwangi mengukur akurasi arah kiblat mushola genteng. Tim ini terdiri dari Sekertaris LFNU, Gufron Musthofa, Wakil Sekretaris Tsamratul Fikri, dan Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng.
Pengukuran arah kiblat itu juga disaksikan Wakil Rais PCNU Banyuwangi KH Muwafiq dan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali, KH Nizar Ahmad, Kepala KUA Genteng,Kapolsek Genteng dan tokoh agama yang lain.
Peralatan yg digunakan Tim LFNU sendiri adalah alat yang baru dibeli tahun lalu, yaitu Total station tipe terbaru. Alat pengukur canggih ini dapat menunjukkan akurasi arah kiblat hanya dengan mengarahkan ke matahari untuk ambil koordinat matahari, kemudian diarahkan ke koordinar arah kiblat, yaitu 293° 56° 26″ UTSB, (Utara Timur Selatan Barat), atau 23° 56° 26″ (BU) dari arah Barat Keutara. Hasil pengukuran ini 99.99% akurasinya, karena menggunakan data ketinggian dan azimut matahari. Alat pembandingnya adalah busur derajat kompas.
Setelah diukur diketahui arah kiblatnya ternyata melenceng sekitar 23 derajat. “Arah kiblat musholla itu melenceng 23 derajat ke arah selatan dari kakbah,” cetus Wakil Sekretaris LFNU Tsamrotul Fikri.
Karna melenceng 23 derajat , terang dia, maka arah kiblat bukan ke Kakbah. Sebab, dalam hitungan itu satu derajat jaraknya 111 kilometer. Maka, bila melenceng 23 derajat maka mushola di polsek itu tidak mengarah ke kakbah, tapi daerah Tanzania atau Kongo Selatan.
“Kalau jaraknya cukup jauh, kira-kira sekitar Kongo” jelasnya. Tsamrotul Fikri menyebut arah kiblat musholla di Polsek Genteng, itu bukan satu-satunya. Di Kabupaten Banyuwangi dan Indonesia banyak musholla atau masjid arah kiblatnya diketahui berbeda dari seharusnya setelah dilakukan pengukuran.“Di sini banyak masjid yang arahnya kurang tepat, kalau musholla atau masjid belum akan dibangun, sof salat saja yang digeser,” jelasnya. Pria yang juga guru Ilmu Falakiyah di sejumlah pondok pesantren iru menegaskan ketidak tepatan derajat ini menjadi pemakluman. Tapi, jika sudah diketahui sebaiknya segera dilakukan perbaikan.“Tidak apa-apa, segera diperbaiki saja,” jelasnya.
Kapolsek Genteng, Kompol H. Sumartono, mengungkapkan saat ini polsek memang sedang melakukan renovasi musholla. Pihaknya sengaja melibatkan tim ahli dalam renovasi musholla agar setelah selesai kualitas musholla benar-benar sesuai yang diharapkan.“Makanya kita minat petuah pak kyai, lalu diarahkan untuk melibatkan tim Falakiyah,” jelasnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banyuwangi, KH Masykur Ali yang hadir mengungkapkan langkah yang dilakukan Polsek Genteng ini cukup baik.Pihaknya berharap instansi lainnya bisa mencontoh gebrakan yang dilakukan Kepolsek Genteng dengan melakukan perawatan dan perbaikan tempat ibadah di kantornya. Menurutnya itu menjadi penting karena tempat ibadah menjadi salah satu tempat untuk meningkatkan spiritual anggota agar bisa menjalankan tugas dengan baik.“Ini layak dicontoh, mestinya kantor-kantor yang lain ikut memperhatikan tempat ibadah atau musala yang ada di kantornya,” katanya. (radar / NUOB)
Sabtu, Maret 04, 2017

Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar