ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id

Rabu, 14 Juni 2017

Tolak full day school, ini alasan PBNU

JAKARTA. Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar lima hari dengan menerapkan full day school (FDS) menuai berbagai kritikan dan penolakan. Salah satu yang melakukan penolakan atas aturan ini yakni Persatuan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
PBNU menilai, ada banyak kerugian ketimbang manfaat dari kebijakan ini. Helmy Faishal Zaini, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBNU bilang, pihaknya melihat sembilan potensi kerugian yang dipastikan terjadi jika penerapan proses full day school ini dipaksakan.
Pertama, beban belajar yang akan makin memberatkan siswa. Jika kegiatan belajar mengajar ditambah sampai jam 16.00, maka keterserapan pendidikan pada anak usia dini tidak akan maksimal.
Kedua, terkait aspek mental spiritual, keberadaan lembaga pendidikan pesantren dan Madrasah diniyah ini telah banyak memberikan kontribusi pada pembentukan kepribadian dan watak mental spiritual anak. Di banyak tempat Madrasah diniyah biasanya dilaksanakan sore hari. Jika sekolah diberlakukan sampai sore hari, maka praktis mereka tak bisa mengikutinya.
Ketiga, terkait aspek akademik. Aturan belajar mengajar lima hari tentu harus diikuti oleh pembenahan kurikulum sekolah. Sementara mengubah kurikulum lama yang sudah secara sistematik diterapkan di sekolah tentu bukan hal yang mudah.
Keempat, terkait aspek kompetensi non akademik. Konsep lima hari sekolah, akan memutus kreatifitas anak dalam penguatan ilmu non akademik.
Kelima, terkait hak atas dunia sosial anak. Penambahan jam belajar mengajar selain mengambil jam belajar di luar sekolah, pada saat yang sama juga merampas jam bermain anak.
Keenam, terkait aspek ekonomi. Penambahan jam belajar sekolah praktiknya juga berhubungan dengan penambahan uang saku anak di sekolah. Dan ini tentu saja menambah beban finansial orang tua.
Ketujuh, terkait aspek keamananan mengenai waktu dan jarak pulang siswa.Dari sisi keamanan akan sangat rawan kalau anak setiap hari harus pulang sekolah kelewat petang.  
Kedelapan, dari aspek sarana prasarana penunjang. Seperti diketahui untuk sekolah di daerah-daerah tertentu masih sulit terakses sarana transportasi umum. Ini menjadi masalah lanjutan kalau jam pulang sekolah berubah. Masalah lain terkait keterbatasan ruang kelas juga.
Kesembilan, aspek ketahanan keluarga. Siswa yang berasal dari keluarga tak mampu, biasanya usai pulang sekolah selalu membantu orangtua. Jika anak-anak ini harus bersekolah hingga sore hari maka dua hal sekaligus membebani orang tua. Pertama, bertambahnya kebutuhan uang saku sekolah, kedua berkurangnya penghasilan lantaran berkurangnya tenaga dalam mencari nafkah.
Helmy menyatakan, PBNU meminta pemerintah untuk mengkaji ulang dan membatalkan aturan yang rencananya akan diterapkan pada Juli 2017. Dia bilang, PBNU siap untuk duduk bersama memberikan masukan dan menemukan solusi terbaik bagi kebijakan kontroversial ini.
"Ketegasan dan kearifan sikap pemerintah penting dan harus segera ditunjukkan untuk menghentikan kegaduhan dan menjaga kondusifitas penyelenggaraan pendidikan nasional kita," ujar Helmy, Rabu (14/6).Kontan

Selasa, 13 Juni 2017

PBNU Minta Mendikbud Kaji Ulang Kebijakan "full day school"

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj
JAKARTA, - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tidak terburu-buru dalam menelurkan kebijakan.

Kebijakan yang tanpa kajian mendalam, kata dia, bisa menimbulkan polemik di masyarakat.

Said Aqil menyatakan hal itu merespons pemikiran Muhadjir yang akan memperpanjang jam siswa di sekolah. Muhadjir menyebutnya dengan kokulikuler.

PBNU, kata Said Aqil, tidak setuju dengan wacana perpanjangan jam belajar siswa di sekolah selama tidak ada pengkajian secara menyeluruh dan matang.
Sementara Muhadjir mengumumkan wacana tersebut kurang dari dua pekan sejak dia dilantik .

" kebijakan itu perlu ditinjau ulang dengan sikap yang arif agar tidak merugikan masyarakat," ujar Said Aqil di Jakarta, Sabtu (13/8/2016).

Dia menilai wacana, apalagi jika sampai menjadi kebijakan, merugikan madrasah diniyah di pelosok perdesaan yang jadwal kegiatan belajar dan mengajarnya pada siang hingga sore hari.

Menurut Said Aqil , pondok pesantren sudah lama menerapkan konsep pendidikan ala wacana perpanjangan jam belajar siswa di sekolah itu. Pondok pesantren memberi asrama bagi para siswanya alias para santri.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, wacana sekolah sehari penuh atau yang disebutnya sebagai kokurikuler tetap berjalan meskipun mendapat penolakan.
Gagasan kokurikuler itu sebelumnya dikenal publik dengan sebutan "full day school".

"Full day (sehari penuh) jalan. Teknisnya belum, tetapi insya Allah jalan," kata Mendikbud seusai berkunjung ke Salah satu  SMK di Imogiri Bantul, DIY, Rabu (10/8/2016).

"Itu berkaitan dengan pendidikan karakter tingkat SD dan SMP," kata dia.
Menurut dia, penerapan sekolah sehari penuh akan terus dikaji dan disiapkan teknis pelaksanaannya. Penerapan itu mempertimbangkan pendidikan karakter meskipun di lingkungan keluarga juga ada pendidikan karakter.


Sumber :KOMPAS

Senin, 12 Juni 2017

Peringatan Nuzulul Qur’an PCNU Banyuwangi diawali dengan Bacaan Tahlil

Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali 

Genteng,  -Pembukaan acara peringatan Nuzulul Qur’an PCNU Banyuwangi di buka dengan tahlil bersama (11/06/2017).  Acara tersebut di ikuti oleh Rois Syuriah PC NU Banyuwangi KH. Hisyam Syafaat, Tanfidziyah PC NU Banyuwangi KH. Masykur Ali, Forpimda Kabupaten Banyuwangi, Kemenag Banyuwangi, Kapolres Banyuwangi, MWC NU se-Banyuwangi beserta Banom-banomnya juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tepat pukul 15.40 acara dimulai, dipimpin langsung oleh KH. Imam dari Singonjuruh. Diikuti oleh para jama’ah yang mulai memadati halaman SMK Ibnu Sina Genteng.  
Sambutan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara peringatan Nuzulul Qur'än PCNU Banyuwangi

Acara berlangsung khidmat, sampai pembacaan tahlil usai. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu subhanul wathon,
Dalam sambutanya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas :“Doa yang sering kita panjatkan sendiri maupun berjamaah, Rabbanaa atinaa fiddun ya hasanah merupakan kebaikan yang ada di dunia. Kebaikan apapun itu yang kita lakukan seyogyanya juga ada usahanya.”

Demi mewujudkan doa tersebut (kebaikan dunia) menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, salah satunya dengan mengatur pola makan.
“Kalau badan kita tidak sehat, kita harus menjaga dan mengatur pola makan yang kita terapkan sehari-hari”
 “Sebagaimana Rasulullah, dengan kita berpuasa, kesehatan kita akan terjaga dan pola makan kita akan teratur,”
“Bila kita uji coba menggunakan hewan tikus, kita bisa lihat bahwa tikus yang dikasih makan terus menerus dan tikus yang dikasih makan jarang dengan rentan waktu tertentu. Pasti yang berumur panjang adalah tikus yang dikasih makan jarang tersebut,” . tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas  di hadapan ratusan warga Nahdliyin se-Banyuwangi


Sementara itu Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi kyai Masykur Ali :kembali menegaskan bahwa komitmen NU dalam mengawal pancasila dan NKRI sudah sangat jelas.

 Menurut Kyai Masykur Ali sejarah telah telah membuktikan bahwa Perjalanan bangsa ini tidak terlepas dari peran ulama NU. “Mulai dari perjuangan kemerdekaan, perumusan dasar negara sampai perjuangn mempertahankan kemerdekaan, para kyai kita selalu hadir di depan”.

Komitmen dan ideologi perjuangan menegakkan NKRI sudah tidak diragukan lagi, mulai dari perjuangan Walisongo, Pangeran Diponegoro,KH. Moh. Hasan Bisri, Raden Ajeng Kartini, sampai hari ini para tokoh-tokoh NU tetap berada di garda depan mengawal NKRI.
“Sebelum pemerintah menetapkan Juni sebagi pekan Pancasila,  1160 kader PKP NU yang tersebar di seluruh pelosok Banyuwangi, terus berkomitmen NKRI harga mati, Pancasila Jaya”. Tambah Kyai Masykur
Selain itu ketua PCNU juga menyerukan agar tidak ragu untuk berjuang di Nahdlatul Ulama. “Sanad perjuangan NU itu jelas, dengan kita mondok di pondok pesantren salafiyah, para kiai sanadnya juga lurus sampai ke Rasulullah, begitu juga yang belajar di Blokagung atau dimanapun itu, yang pesantrenya berhaluan ahlusunnah waljamaáh An Nahdliyah, pasti gurunya satu dan akan ketemu sanadnya sampi ke Rosululloh”. Pungkasnya.
Kemudian sambutan diakhiri dengan pekikan Khas “Siapa kita? NU, NKRI ! Harga Mati, Pancasila Jaya! yang di ikuti oleh seluruh warga Nahdliyin yang memadati halaman SMK Ibnu Sina. 

Sumber : Nuob
Editor   : Gusno


Silaturahmi, Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim PC GP Ansor Banyuwangi

AnsorGenteng-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini, PC GP Ansor Banyuwangi bekerja sama PAC GP Ansor Sempu mengadakan Acara Silaturahmi, Buka Puasa Bersama dan Santunan  Anak Yatim yang bertempat di Masjid Jami’ Darul Falah Dusun darungan Rt 01 Rw 02 Desa Tegal Arum kecamatan Sempu.

Acara yang terselenggara hari Ahad tanggal 11 Juni 2017 tersebut dihadiri oleh seluruh Jamaah, Tokoh Masyarakat ,Kapolsek  Sempu,Kepala kecamatan Sempu,Dan pengurus inti Gp Ansor dari tingkat Ranting sampai Tingkat PC di Wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutanya  Ketua PC GP Ansor Banyuwangi H Sukron Makmun Hidayat S Hum menegaskan : acara tersebut merupakan silatturahmi  GP Ansor kepada masyarakat sekaligus sebagai bentuk kepedulian Ansor Kepada Anak yatim .

H Sukron Makmun Hidayat S Hum berpandangan Setiap anak merupakan aset masa depan bangsa. Semakin baik kualitas setiap anak, maka akan semakin baik, maju dan bermartabat. Anak Yatim sudah semestinya menjadi kepedulian semua umat, agar mereka kelak dapat hidup sukses membangun bangsa, Negara dan Keluarganya.

Selain itu H Sukron Makmun Hidayat S Hum juga berpesan kepada Jamaah dan Masyarakat untuk terus berikhtiar menjaga ketentraman   Banyuwangi khususnya serta terus menjaga indonesia ,beliau melihat saat ini telah ada kekuatan tertentu yg berusaha memecah belah bangsa dan umat islam,untuk itu kita  harus  dengan bijak  menghadapi dan melalui ujian ini .

Sementara itu Panitia penyelenggara mengatakan: santunan Anak yatim  ini   merupakan agenda Rutin yg diselenggarakan di wilayah Kecamatan sempu,  Untuk santunan kali ini diberikan ke 26 anak yatim ,dan tentunya ini lebih banyak dari Ramadhan tahun sebelumnya.


Acara penyerahan Santunan dilakukan secara simbolis dengan pembagian amplop dan Bingkisan oleh Pengurus PC GP Ansor Banyuwangi serta Tokoh masyarakat yang hadir .setelah itu dilanjutkan Doa , Buka puasa bersama dan Sholat Magrib berjamaah.Gusno

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online