ansorgenteng.blogspot.co.id

ansorgenteng.blogspot.co.id

Senin, 11 Desember 2017

Klarifikasi PWNU Bali soal Penolakan Ustad Abdul Somad


Denpasar, 
Kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Bali pada tanggal 8-10 Desember 2017 lalu menimbulkan pro kontra bagi masyarakat Bali. Ramai tersebar di media sosial bahwa salah satu elemen yang melakukan penolakan adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali. 

Untuk mengklarifikasi keakuratan beberapa media yang memojokan PWNU Bali tersebut,  NU Onlineberhasil  menghubungi  Ketua PWNU Bali, H Abdul Aziz  melalui sambungan telepon, Senin (11/12). 

Ia kemudian menceritakan dari awal bagaimana dirinya sebagai Ketua PWNU mem-back up penuh panitia penyelenggara yang keseluruhan adalah Nahdliyin (warga NU).

Menjelang kedatangan UAS, H Aziz menjelaskan situasi mulai tidak kondusif. Ada beberapa isu bahwa akan ada penghadangan di bandara. Kemudian ia bersama pengurus PWNU yang lain berinisiatif untuk mendampingi panitia menjemput langsung ke bandara.  Bersama UAS dan panitia, Pengurus PWNU terus mendampingi hingga ke Hotel Aston, tempat UAS menginap

“Namun setelah satu jam kami berada di hotel, situasi tidak kondusif, sebab ada konsentrasi massa yang menolak kedatangan UAS,” terang H Aziz.

Karena tidak ingin adanya tindakan kekerasan, sebab menurut  H. Aziz, kelompok masyarakat yang pro kedatangan UAS juga akan bergerak ke hotel Aston, ia kemudian  berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk dapat membantu memediasi dengan pihak yang menolak. Akhirnya mediasi pun terjadi di salah satu ruangan di hotel tersebut.

Dalam mediasi awal mengalami jalan buntu, hingga UAS memutuskan akan meninggalkan Bali. Tentunya keputusan ini akan berdampak pada jamaah pengajian yang sudah ribuan dan berpotensi akan bergejolak. 

H Aziz kemudian meyakinkan kepada UAS bahwa jika dirinya membatalkan pengajian, justru yang terjadi adalah gejolak yang lebih besar. Dengan pertimbangan itu, akhirnya UAS kembali menemui pihak yang menolak dan terjadi saling rangkul menemui titik temu. 

Lalu, ketika ditanya sosok yang mengaku Gus Yadi yang ramai diperbincangkan di medsos, H Aziz sama sekali tidak mengenalnya. 

“Yadi itu siapa, dia bukan pengurus NU maupun banom NU. Dia juga bukan warga Nahdliyin, saat berdebat dengan saya pada saat mediasi, dia menggunakan baju PGN (Patriot Garuda Nusantara,)” tegasnya.

Jadi, menurut H. Aziz kalau ada media yang mengatakan PWNU Bali menolak bahkan memprovokasi untuk melakukan penolakan kedatangan UAS di Bali, merupakan pemberitaan yang sesat.

“Bahkan saya bersama pengurus NU yang lain selalu mendampingi UAS selama di Bali, jadi mohon diluruskan kepada masyarakat,” tutupnya. (NU Online)

Selasa, 24 Oktober 2017

Rakercab 2017 dan Dialog kebangsaan PC GP Ansor Banyuwangi

 BANYUWANGI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur telah mengadakan Rakercab 2017 dan Dialog kebangsaan dengan tema “ Menoreh mimpi untuk indonesia damai.

Acara yang diselenggarakan di New Surya Hotel jajag Gambiran 22 oktober 2007 berlangsung mulai pagi hingga sore hari.

Acara dialog  ini bertujuan untuk mengingatkan kembali anggota GP Ansor khususnya dan  pemuda Indonesia umumnya untuk tidak mudah terprovokasi. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

H.Sukron Makmun Hidayat S.Hum
"Kita tidak boleh terprovokasi oleh pihak pihak yang ingin mencederai Indonesia, karena bagi Ansor, NKRI adalah harga mati," ungkap Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Banyuwangi, H.Sukron Makmun Hidayat S.Hum saat ditemui di sela Rapat Kerja (Raker) PC GP Ansor . 

Sukron juga menjelaskan selain membahas rencana program kerja, raker ini juga dalam rangka menyamakan pandangan dan presepsi seluruh pengurus agar bisa melaksanakan program kerja kedepan yang lebih baik. 

"Kalau pandangan dan presepsi kita sama yang jelas program kerja juga terlaksana dengan baik," ucapnya.

Selain dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus GP Ansor Banyuwangi, turut hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilaya (PW) GP Ansor Jatim Gus Abid Umar, Wakil Ketua Bidang Organisasi PW GP Ansor Jatim Khoirul Huda, Wakil Sekretaris Muhadi Sinambela.


Sebelum dilaksanakan acara raker tahunan ini, acara ini di awali dengan Dialog Kebangsaan dengan narasumber Kepala Bakesbangpol Wiyono dan Akademisi Banyuwangi Samsudin Adlawi. (Gusno)

Senin, 23 Oktober 2017

GP Ansor Banyuwangi Kompak Dukung Pasangan Gus Ipul dan Anas


BANYUWANGI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi secara kompak menyatakan dukungannya kepada pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Banyuwangi, Sukron Makmun Hidayat, di sela Raker GP Ansor Banyuwangi, di Aula salah satu Hotel di Kecamatan Gambiran. 

Menurut Sukron, alasan Ansor memberi dukungan kepada pasangan tersebut yaitu karena Gus Ipul adalah orang Ansor
"Kita kan Ansor, jadi jelas yang harus kita dukung adalah orang Ansor," ungkapnya. 
Menurut Sukron, selain hal itu kinerja adalah yang menjadi salah satu faktor mengapa Ansor memilih keduanya. 

"Sudah tidak diragukan lagi kalau keduanya memiliki kualitas dan prestasi luar biasa, jadi kita sepakat mendukung pasangan tersebut," ucapnya. (TIMESBANYUWANGI)

Minggu, 13 Agustus 2017

Majelis Zikir dan Rijalul Ansor dusun Jenisari dengan kemasan sederhana Namun Sarat Makna

Majelis zikir dan Rijalul Ansor PAC Genteng kembali digelar dengan bekerja sama dengan segenap pengurus Ranting Ansor Desa Genteng Kulon.

Namun ada sisi lain pada Acara rutin bulanan PAC Genteng ini  .acara di gelar dengan konsep sederhana dengan menempati aula TPQ Robithotul islam 2 dusun jenisari desa genteng kulon .

Undangan hanya di tujukan kepada anggota Ansor , masyarakat sekitar lokasi serta perwakilan perangkat desa.

Walaupun demikian ,ternyata panitia penyelenggara mengemas acara tersebut secara profesional sehingga patut mendapat apresiasi yang luar biasa dari hadirin.

Acara  dimulai pukul 19.00 wib dengan iringan duet hadrah dari grup hadrahPac dan grup hadrah dusun jenisari, pembukaan acara dan sambutan singkat dari ketua PAC Genteng (Sahabat Abd.Kadir,M.Pd.i )  dan perwakilan perangkat desa  ( Bpk Arif Fatwa).

Acara inti diisi istighosah , dzikir  tausiyah  dan Doa oleh  Kyai Mukhtar Abdillah  ,dalam tausiyah nya Kyai Mukhtar Abdillah  menyampaikan materi Aswaja tenteng 4 kriteria orang-orang yang beruntung.


Penyampaian materi yang terkemas secara terinci dan memberikan contoh kehidupan langsung  Nabi muhammad SAW dan dari para Sahabat Rosululloh SAW membuat materi menjadi sarat makna ,sehingga anggota diharap bisa mengambil ibroh dari kehidupannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by AnsorGenteng Online